BALIEXPRESS.ID– Warga Bali Utara kini bisa bernapas lega. Setelah lama menantikan siaran televisi yang jernih dan stabil, akhirnya Pemancar Turyapada resmi beroperasi.
Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta mengumumkan bahwa pemancar yang berdiri di Dusun Amertasari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng itu mulai menyalurkan siaran televisi digital ke wilayah Bali Utara, khususnya Kecamatan Sawan, Buleleng, Kubutambahan, dan sebagian Tejakula.
Tak hanya berhenti di Buleleng, gelombang siaran digital dari pemancar ini bahkan menembus hingga Kabupaten Jembrana, tepatnya di Kecamatan Melaya.
Baca Juga: JNE Resmi Jadi Mitra Logistik Konser Dewa 19 Feat. Allstars 2.0 di stadion Gelora Bung Karno
Masyarakat yang sebelumnya terbatas menikmati tayangan dengan kualitas buruk, kini melaporkan bisa menangkap siaran dengan gambar lebih jernih dan suara lebih bersih.
“Tower ini pemancar sudah diuji coba dengan pengawasan dari KPID Bali," kata Giri Prasta, saat meresmikan Turyapada Tower, Senin (18/8).
Dari hasil pengawasan KPID Bali, jangkauan siaran telah mencapai 90 persen wilayah Bali Utara, lebih tinggi dari target awal studi kelayakan sebesar 80 persen, meskipun masih terdapat titik blank spot di beberapa area Seririt, Banjar, dan Kalisasem.
Namun demikian, jangkauan sudah menjangkau hingga Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Baca Juga: JNE Resmi Jadi Mitra Logistik Konser Dewa 19 Feat. Allstars 2.0 di stadion Gelora Bung Karno
"Untuk mengatasi blank spot tersebut, kami akan membangun beberapa stasiun relay (gap filler) dan tahun ini kami sedang menyiapkan gap filler di Desa Seririt dan Tejakula," kata dia.
Pemancar Turyapada merupakan bagian dari proyek strategis Turyapada Tower. Infrastruktur ini disiapkan sebagai tulang punggung migrasi siaran televisi dari analog ke digital di Bali. Pada tahap pertama, 18 April 2025, sejumlah grup media besar langsung ambil bagian, di antaranya VIVA Grup (tvOne dan ANTV), MNC Grup (RCTI, MNC TV, iNews, dan Global TV), serta Trans Media (Trans TV dan Trans7). Dua stasiun lain, VTV dan Jagantara TV, juga ikut bersiaran melalui pemancar ini.
"Turyapada Tower juga menjadi bagian dari jaringan Single Frequency Network (SFN) pertama di Indonesia, yang memungkinkan penyiaran digital dengan kualitas lebih baik dan jangkauan lebih luas," imbuhnya.
Dengan demikian, total sepuluh saluran sudah bisa diakses dari Bali Utara. Saat ini, terdapat 12 channel TV Digital yang kembali bergabung. Dengan bergabungnya dua MUX baru, yaitu MUX Nusantara TV dengan 2 (dua) channel: Nusantara TV dan Harum TV, MUX TVRI dengan 10 (sepuluh) channel: TVRI Nasional, TVRI Bali, TVRI World, TVRI Sport, MD TV, Kompas TV, Bali TV, Jawapos TV, Garuda TV, dan Sinpo TV.
Total sudah 22 (dua puluh dua) stasiun televisi bersiaran dari Turyapada Tower, dan ke depan direncanakan bertambah menjadi lebih dari 30 stasiun.
VIVA Grup menjadi salah satu pionir yang menyambut cepat penggunaan pemancar Turyapada. Kehadiran mereka menjadi sinyal positif bahwa industri media melihat peluang besar dari penyediaan infrastruktur komunikasi terpusat ini.
Salah satu keunggulan sistem ini adalah efisiensi. Dengan adanya satu menara pemancar, setiap stasiun televisi tidak lagi perlu menyewa lahan dan membangun tower masing-masing. Konsep ini bukan hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga memberikan dampak baik bagi estetika lingkungan.
Dengan kebijakan ini, Bali tidak hanya beralih ke siaran digital, tetapi juga merancang sistem komunikasi yang lebih tertata, bersih, dan sejalan dengan visi menjaga keindahan alam.
Bagi masyarakat Bali Utara, kehadiran pemancar Turyapada bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga tentang pemerataan akses informasi. Selama ini, warga di daerah pegunungan kerap kesulitan menangkap siaran televisi berkualitas. Kini, dengan sistem digital, hambatan itu mulai teratasi.
“Sekarang gambarnya bening sekali, tidak putus-putus lagi. Suaranya juga jelas,” ungkap salah satu warga Sawan.
Baca Juga: Ringankan Beban Umat Hindu dalam Urusan Pitra Yadnya, Yayasan Sanak Sapta Resi Sediakan Krematorium Pitra Puja
Dengan beroperasinya Pemancar Turyapada, Bali semakin siap memasuki era penyiaran digital. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat layanan informasi dan hiburan, tetapi juga menjadi contoh implementasi teknologi komunikasi terintegrasi yang berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Bali optimistis, langkah efisiensi ini bisa menjadi model di tingkat nasional. Satu menara pemancar untuk puluhan stasiun televisi, kualitas siaran lebih tinggi, biaya lebih murah, serta lingkungan tetap terjaga.
“Ini adalah era baru penyiaran di Bali. Ramah lingkungan, efisien, dan berkualitas,” tutup Giri. (dhi)
Editor : Wiwin Meliana