BALIEXPRESS.ID – Malang tak dapat ditolak, untuk tak dapat diraih. Sebuah kecelakaan lalu lintas merenggut satu nyawa di ruas Jalan Singaraja–Lemukih, tepatnya di KM 15.500, Banjar Dinas Lebah, Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, pada Minggu (17/8/2025) malam.
Insiden maut itu melibatkan truk bermuatan pasir dengan nomor polisi DK 8512 UX dan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK 6038 UV.
Akibat kejadian ini, pengendara sepeda motor bernama Made Renawa,51, seorang petani asal Banjar Dinas Buah Banjah, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, meninggal dunia di tempat kejadian.
Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Buleleng untuk dilakukan visum.
Sementara itu, penumpang yang diboncengnya, Luh Sumiarti,46, warga setempat, mengalami luka-luka.
Ia perlu menjalani perawatan jalan setelah mendapat penanganan medis.
Di sisi lain, pengemudi truk, Made Carik Suandana,47, asal Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, serta seorang penumpangnya, Made Sukrama,51, asal Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, dilaporkan selamat dan dalam kondisi sehat.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika truk bermuatan pasir yang dikemudikan Made Carik Suandana melaju dari arah utara menuju selatan.
Di jalur yang sama, sepeda motor Honda Vario yang dikendarai korban Made Renawa juga melaju di belakang truk tersebut.
Saat memasuki kawasan jalan menanjak di Banjar Dinas Lebah, pengemudi truk diduga tidak mampu menguasai kendaraannya.
Truk itu kemudian mundur (ngatrek) tanpa bisa dikendalikan. Dalam hitungan detik, kendaraan besar tersebut menabrak bagian depan sepeda motor Honda Vario yang tepat berada di belakangnya.
Benturan keras pun tak terelakkan. Sepeda motor berikut pengendaranya langsung terpental dan mengalami luka serius.
Nyawa Renawa tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
Kasus kecelakaan ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Buleleng. Petugas yang datang ke lokasi melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan mengamankan barang bukti berupa truk serta sepeda motor korban.
“Untuk sementara, kecelakaan terjadi akibat truk bermuatan pasir yang tidak dapat dikendalikan saat melintas di tanjakan, sehingga mundur dan menabrak sepeda motor yang ada di belakangnya,” ungkapnya.
Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk faktor lainnya seperti kelalaian pengemudi, kondisi kendaraan, atau faktor jalan yang turut berkontribusi.
Warga sekitar menyebut, ruas jalan di kawasan tersebut memang cukup rawan.
Kondisi jalan menanjak dan sempit sering kali menyulitkan kendaraan besar, terutama saat mengangkut muatan berat seperti pasir.
Tak jarang, pengendara sepeda motor yang melintas di belakang truk harus ekstra hati-hati, karena risiko kendaraan besar mundur tiba-tiba cukup tinggi. (*)
Editor : I Made Mertawan