BALIEXPRESS.ID - Kenaikan harga beras mulai terasa di masyarakat, terutama untuk jenis premium.
Lonjakan harga ini salah satunya dipicu oleh tingginya nilai serapan gabah oleh Bulog yang kini mencapai Rp6.500 per kilogram.
Sejumlah produsen beras premium pun mulai menekan jumlah produksi karena beban biaya bahan baku semakin tinggi.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, I Wayan Sunada, mengungkapkan ada dua penyebab utama di balik kenaikan harga beras.
Baca Juga: Profil Kolonel Inf Widi Rahman, Resmi Jabat Kapendam IX/Udayana yang Baru
Faktor pertama adalah musim kemarau basah yang membuat proses pengeringan gabah menjadi terhambat.
Sementara faktor kedua yang paling signifikan yakni meningkatnya nilai serapan gabah oleh Bulog.
“Ini menguntungkan petani karena harga jual gabah mereka menjadi lebih tinggi,” jelasnya, Selasa (19/8).
Dengan kebijakan tersebut, petani bahkan bisa menjual gabah hingga Rp6.700 per kilogram ke pengepul.
Baca Juga: Motor N-Max dan Tabung Gas Raib di Kos Klungkung, Kerugian Capai Rp21 Juta
Berdasarkan data dari sigapura.baliprov.go.id, kenaikan harga beras di Bali tercatat lebih dari 2 persen dibandingkan bulan sebelumnya (1 Juli 2025 dengan 17 Agustus 2025).
Beras Medium I naik 3,92 persen atau setara Rp576 per kilogram, sehingga harganya menjadi Rp14.677 per kilogram.
Sedangkan beras premium meningkat 2,31 persen atau Rp365, menjadi Rp15.804 per kilogram.
Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali, A Sinaga Budiman, membenarkan adanya pembatasan produksi dari sejumlah produsen, khususnya untuk beras premium.
Baca Juga: PLN Sapa Pedagang hingga Warga Banjar, Rayakan HUT RI dengan Promo Tambah Daya Energi Kemerdekaan
Kondisi ini terjadi akibat mahalnya bahan baku, sementara harga jual tidak boleh melampaui harga eceran tertinggi (HET).
“Hanya premium yang berkurang, kalau untuk medium seperti C4 itu masih lancar. Tapi premium ini masih ada ya, bukan tidak ada, kemarin masih dikirim,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun ada pengurangan produksi, pasokan beras untuk ritel modern di Bali masih dalam kondisi aman, khususnya untuk beras kualitas medium.
Sinaga menambahkan, informasi pembatasan produksi sebelumnya juga sudah disampaikan langsung oleh mitra produsen ritel.
Baca Juga: Belanja dengan Banyak Keuntungan Setiap Hari? Saatnya Jadi Bagian dari ShopeeVIP
Salah satunya berasal dari perusahaan CV Sri Ayu Sejati di Banyuwangi yang mengirim surat pemberitahuan resmi kepada Aprindo.
Dalam surat tersebut, perusahaan meminta maaf karena untuk sementara waktu akan membatasi produksi beras merek Putri Sejati Hijau dan Merah.(***)
Editor : Rika Riyanti