Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Niluh Djelantik Soroti Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bali: Harga Tembus Rp40 Ribu, Desak Pertamina Lakukan Hal Ini

Wiwin Meliana • Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:42 WIB

Niluh Djelantik Soroti Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bali
Niluh Djelantik Soroti Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bali

BALIEXPRESS.ID – Kelangkaan dan mahalnya harga gas LPG 3 kg di Bali kembali menjadi sorotan publik.

Anggota DPD RI asal Bali, Niluh Djelantik, angkat bicara terkait kondisi ini dan mendesak Pertamina melalui anak usahanya, Patra Niaga Regional Jatimbalinus, untuk segera melakukan langkah nyata.

Baca Juga: Warga Keluhkan LPG 3 Kg Langka di Denpasar, Tapi Saat Disidak Stok Aman! Begini Penjelasan Satgas

Dalam unggahan Instagramnya pada Rabu (20/8/2025), Niluh menyoroti laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg di berbagai wilayah Bali.

 Bahkan, di beberapa lokasi, harga jual melonjak drastis hingga mencapai Rp40 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang seharusnya berlaku.

“Gas LPG langka dan mahal, Pertamina dan subsidiary harus segera bergerak!” tulis Niluh dalam unggahannya.

Niluh meminta agar Pertamina Patra Niaga Bali segera menggelar operasi pasar dan mendistribusikan LPG ke semua jalur resmi, termasuk Bumdes, koperasi, pangkalan, dan sub-pangkalan, demi menjaga kestabilan pasokan dan harga.

Baca Juga: Resmi Gabung Bali United, Jordy Bruijn Bongkar Alasan Tinggalkan Eropa

“Harga harus tetap stabil. DPD RI akan mengawal permasalahan ini sampai tuntas, hingga masyarakat mendapatkan haknya atas akses LPG dengan harga yang fair,” lanjutnya.

Sebagai bentuk keterlibatan langsung, Niluh juga membuka kolom komentar unggahannya untuk masyarakat yang ingin melaporkan lokasi dan harga beli LPG 3 kg di daerah masing-masing.

Unggahan Niluh langsung dibanjiri komentar dari warganet yang membenarkan bahwa kelangkaan gas melon ini bukan hanya terjadi di bulan Agustus, melainkan telah berlangsung berbulan-bulan.

“Gak cuma Agustus saja, mbok. Hampir tiap hari mulai tahun kemarin. Cara mengatasinya: pecat jajaran BUMN,” tulis akun @fitra_petrox.

“Apakah harus tunggu kebakaran dulu baru gasnya muncul lagi, Bu?” sindir akun lain dengan nada kesal.

Baca Juga: Penyebab Dua Pria Tewas dalam Apartemen Mewah di Denpasar, Diduga Tenggak Racun Tikus

Keluhan warganet menambah panjang daftar pengakuan bahwa distribusi LPG 3 kg tidak berjalan optimal di lapangan.

Beberapa juga menyebut praktik pengoplosan dan permainan harga oleh pengecer sebagai penyebab harga gas melon semakin tidak terkontrol.

Menariknya, pernyataan Niluh muncul hanya berselang sehari setelah Satgas LPG 3 Kg Provinsi Bali melakukan sidak ke sejumlah pangkalan di Denpasar dan menyatakan bahwa stok LPG masih aman dan distribusi dari agen berjalan sesuai alokasi.

Namun, ditemukan satu pangkalan yang menjual di atas HET dan tidak menempatkan papan tanda dengan benar.

 

Editor : Wiwin Meliana
#gas lpg 3 kg #langka #Niluh Djelantik #pertamina patra niaga