Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lidya dan Ratna, Relawan Muda Pasukan Green Force Bulfest 2025.

Dian Suryantini • Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:10 WIB

Lidya (kaos hijau) dan Ratna (baju kotak-kotak), dua relawan kebersihan yang bertugas di Buleleng Festival 2025
Lidya (kaos hijau) dan Ratna (baju kotak-kotak), dua relawan kebersihan yang bertugas di Buleleng Festival 2025

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Riuh Buleleng Festival (Bulfest) 2025 yang digelar di Singaraja tak hanya menampilkan ragam seni, budaya, dan kuliner. Ada satu pemandangan berbeda yang mencuri perhatian di tengah keramaian. Ada sekelompok anak muda dengan topi dan rompi hijau muda, lengkap dengan masker, sarung tangan, dan kampil di tangan. Mereka bukan pengunjung biasa, melainkan 135 relawan kebersihan yang menjadi garda terdepan menjaga kenyamanan festival.

Di antara wajah-wajah energik itu, ada dua sosok yang menonjol, Ratna Sari dan Lidya Kencana. Dengan ramah, mereka menyapa pengunjung sekaligus mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan.

Ratna, mahasiswi semester lima jurusan Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), datang dari Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan. Ia tergabung dalam komunitas Sadhu Eco Bank, organisasi lingkungan baru di Desa Panji Anom, Sukasada. Keikutsertaannya menjadi relawan di Bulfest adalah langkah nyata memperkenalkan komunitasnya sekaligus membangun jaringan dengan pemerintah dan pegiat lingkungan lain.

“Meski tugasnya mengurus sampah, saya bangga bisa ikut bagian dalam acara sebesar ini,” ujar Ratna sambil tersenyum, Rabu (20/8).

Baca Juga: Sampah Bulfest 2025 Dipastikan Tidak Berakhir di TPA Bengkala, Begini Strategi Panitia!

Berbeda dengan Ratna yang masih kuliah, Lidya baru saja menyelesaikan studinya di jurusan Pendidikan Fisiologi Undiksha. “Baru selesai yudisium, lagi nunggu wisuda, daripada bengong mending ikut relawan saja,” ucapnya santai.

Meski bukan warga asli Buleleng, Lidya sudah lama menganggap daerah ini rumah kedua. Ia pernah bersekolah di SMA Bali Mandara dan bahkan ikut tampil di Bulfest 2018. Jiwa sosialnya yang kuat membuatnya mantap bergabung saat mendengar ada program relawan.

Keduanya sama-sama mendapat dukungan penuh dari keluarga. Lidya bercerita tentang ibunya yang membangunkan jam 4 pagi agar ia bisa berangkat dari Tabanan menuju Singaraja, untuk mengikuti pengarahan pertama relawan di Dinas Lingkungan Hidup. Sementara Ratna justru mendapat semangat dari kakak-kakaknya yang awalnya sempat heran mengapa ia tiba-tiba aktif di kegiatan sosial.

Namun, menjadi relawan kebersihan bukan tanpa tantangan. Bagi mereka, hal tersulit justru bukan memungut sampah, melainkan mengedukasi pengunjung.

“Kalau dengan penjaga stand mudah, tinggal bilang supaya pilah sampah. Tapi kalau pengunjung, banyak yang nggak tahu atau sulit dibilangin,” tutur Lidya.

Meski demikian, keduanya tetap menjalankan tugas dengan sabar. Mereka sadar, Bulfest adalah pesta rakyat yang harus tetap nyaman bagi semua. Kehadiran mereka dan para relawan lain dari pukul 16.00 hingga 19.00 WITA setiap harinya menjadi kunci agar festival berjalan bersih dan berkesan.

Bagi Ratna dan Lidya, pengalaman ini lebih dari sekadar menjaga kebersihan. Mereka bisa memperluas jaringan sosial, belajar kerja tim, hingga menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan. Bahkan, keduanya yang baru saling mengenal saat festival dimulai kini sudah tampak kompak menjalankan tugas bersama.

“Relawan juga jadi tempat ketemu teman baru,” kata Ratna. ***

Editor : Dian Suryantini
#undiksha #Bali Mandara #sampah #bulfest #buleleng