Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Pilu Rehandika: Bocah 5 Tahun di Tabanan Hidup Sebatang Kara Usai Ayah Meninggal Kecelakaan

Wiwin Meliana • Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:43 WIB

Kisah Pilu Bocah Rehandika di Tabanan
Kisah Pilu Bocah Rehandika di Tabanan

BALIEXPRESS.ID – Kisah memilukan datang dari Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

 Seorang bocah laki-laki bernama I Putu Rehandika Artawiguna, yang baru berusia 5 tahun dan masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), kini harus menjalani hidup sebatang kara setelah sang ayah meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal.

Baca Juga: PKK Buleleng Angkat Isu Stunting Lewat Lomba Masak Pangan Lokal di Bulfest 2025

Tragedi itu terjadi pada malam peringatan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus 2025, saat sang ayah, I Made Darma Santika (28), mengalami kecelakaan lalu lintas di jalur Desa Wongaya Gede menuju Jatiluwih, wilayah Banjar Wongaya Bendul, Penebel.

Sebelumnya, Rehandika hidup bersama ayah, kakek, dan neneknya setelah kedua orang tuanya bercerai.

Namun, nasib malang seakan tak berhenti menimpanya. Kakek dan nenek yang selama ini menjadi sandaran hidup, telah lebih dulu meninggal dunia.

Kini, setelah kepergian ayahnya yang menjadi satu-satunya pelindung, Rehandika tinggal sendiri tanpa orang tua maupun keluarga dekat yang bisa merawatnya.

Baca Juga: Green Force Bulfest, Pasukan Muda Pastikan Area Festival Tetap Bersih

Kapolsek Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban ditemukan pada Senin pagi (18/8/2025) sekitar pukul 06.20 WITA.

“Korban ditemukan tertindih sepeda motor Honda Stylo DK 6002 GBV dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Diduga kecelakaan terjadi pada malam sebelumnya,” jelasnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh sekelompok remaja yang tengah berolahraga pagi. Saat melintasi jalur, mereka melihat motor terperosok ke selokan di sisi timur jalan. Saat dicek, ternyata sang pengendara telah meninggal dunia tertindih kendaraannya.

Mengetahui kondisi menyayat hati ini, sejumlah relawan terketuk hatinya untuk menggalang bantuan.

Baca Juga: Lidya dan Ratna, Relawan Muda Pasukan Green Force Bulfest 2025.

 Salah satunya adalah pemilik akun Instagram @nasilawarnangetonk, yang mengajak masyarakat luas untuk menyisihkan rejeki demi masa depan Rehandika.

“Ngiring semeton sami sisihkan sedikit rejeki untuk membantu biaya hidup dan sekolah Putu Rehandika. Semoga dengan uluran tangan kita, masa depan anak ini bisa tetap cerah,” tulisnya dalam unggahan.

Bantuan donasi dapat dikirimkan ke:

Rekening BCA: 6110424696

Atas Nama: Agus Adi Putra

Konfirmasi Bukti Transfer: WA 0878-6196-6055

Di usia yang masih sangat belia, Rehandika menghadapi beban hidup yang sangat berat.

Tidak hanya kehilangan kasih sayang orang tua, ia juga terancam putus sekolah dan kehilangan arah hidup tanpa dukungan yang cukup.

 

Editor : Wiwin Meliana
#sang ayah meninggal #bocah laki laki #sebatang kara #tabanan