Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Realisasi Retribusi Pelayanan Pasar di Bangli Rendah, Baru Capai 28 Persen dari Target

I Made Mertawan • Jumat, 22 Agustus 2025 | 15:38 WIB
Kepala Disperindag Bangli, Nasrudin.
Kepala Disperindag Bangli, Nasrudin.

BALIEXPRESS.IDDinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Bali, harus bekerja ekstra untuk mengejar target retribusi pelayanan pasar tradisional tahun ini.

Berdasarkan data, realisasi Januari–Juli 2025 masih rendah, yakni 28,17 persen.

Kepala Disperindag Bangli, Nasrudin, ditemui Kamis (21/8/2025) mengakui capaian tersebut masih jauh dari harapan.

Realisasi baru mencapai Rp2,08 miliar dari target Rp7,96 miliar. Dari jumlah itu, Pasar Kidul menyumbang paling besar, yakni lebih dari Rp1 miliar.

Nasrudin belum bisa memastikan penyebab rendahnya capaian hingga Juli lalu.

Pihaknya kini berupaya mengejar target, salah satunya dengan melakukan pendekatan kepada petugas pungut maupun pedagang.

Langkah ini ditempuh untuk mencegah kebocoran. “Sejauh ini saya kira memang tidak ada kebocoran, tapi pendekatan tetap kami lakukan sebagai bentuk pencegahan,” jelas mantan Sekretaris DPRD Bangli ini.

Saat ini, Disperindag Bangli mengelola empat pasar tradisional, yakni Pasar Kidul di Kota Bangli, Pasar Singamandawa di Kintamani, Pasar Kayuambua di Susut, dan Pasar Yangapi di Kecamatan Tembuku.

Sebelumnya, dinas ini juga mengelola Pasar Catur, namun pertengahan tahun 2025, aset sudah diserahkan ke Desa Catur.

“Dari sekian pasar, Pasar Kidul penyumbang retribusi terbesar karena jumlah pedagang terbanyak dan buka setiap hari,” sebut Nasrudin yang belum dua bulan menjabat kadis.

Mengacu pada Perda Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, besaran retribusi pedagang berbeda-beda sesuai tempat dan luas lapak.

Nasrudin mencontohkan, pedagang kios dikenakan retribusi Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per hari, kemudian los Rp5 ribu hingga Rp11 ribu.

Sementara itu toko mencapai Rp13 ribu per hari. “Besarannya tergantung jenis dan ukuran tempat berjualan,” jelas Nasrudin.

Ia pun menambahkan bahwa target retribusi tahun ini, jauh lebih tinggi dari realisasi tahun 2024. Tahun lalu, realisasi mencapai Rp5,76 miliar. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#retribusi #pasar tradisioanal #bangli