Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nyoman Paul Fernando Aro: Dari Rumput Hijau ke Panggung Musik

Dian Suryantini • Jumat, 22 Agustus 2025 | 18:41 WIB

Nyoman Paul Fernando Aro saat manggung di Buleleng Festival 2025
Nyoman Paul Fernando Aro saat manggung di Buleleng Festival 2025

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Nama Nyoman Paul Fernando Aro kini tidak asing lagi. Bukan lagi hanya di lapangan sepak bola, melainkan di panggung musik. Pemuda 25 tahun asal Desa Anturan, Kecamatan Buleleng itu, kini ramai mengisi panggung-panggung musik Indonesia. Baru-baru ini Nyoman Paul, penyanyi jebolan Indonesian Idol 2023 tampil di panggung utama, Buleleng Festival 2025.

Dengan kaos putih, Paul tampil sederhana. Wajahnya yang blasteran tak henti membuat para gadis histeris. Nama Paul hampir berkumandang sepanjang konser dari para penggemarnya.

Paul tampil percaya diri membawakan lagu-lagunya. Dengan suara khas dan penuh penghayatan, ia sukses memikat hati para penonton.

Langkah Paul ke dunia tarik suara bisa dibilang mengejutkan. Selama ini ia dikenal sebagai pesepak bola berbakat yang sempat membela beberapa klub besar. Namun di balik kegemarannya menendang bola, ternyata tersimpan pula bakat lain yang tak kalah cemerlang, yaitu bernyanyi.

Paul bukanlah nama asing di dunia sepak bola nasional. Pemuda kelahiran 23 Juni 2001 ini mengawali karier mudanya di Swedia, mengikuti jejak sang ayah, Rami Olavi Aro, yang bekerja di negara tersebut. Sejak 2016, Paul yang kala itu masih berusia 15 tahun sudah memperkuat klub Skovde AIK U-19.

Bakatnya terus berkembang hingga namanya masuk dalam skuad Timnas Indonesia U-19. Puncaknya, ia sempat ikut berlaga di ajang Piala Dunia U-20 tahun 2021. Kesempatan itu membuka jalan baginya untuk merasakan atmosfer kompetisi profesional.

Baca Juga: Bikin Penonton Histeris, Nyoman Paul Sukses Guncang Panggung Bulfest 2025

Selepas dari Swedia, Paul kembali ke tanah air dan bergabung dengan beberapa klub di Liga Indonesia. Tercatat ia pernah memperkuat Barito Putera pada 2020, kemudian sempat bermain untuk Kalteng Putra dan klub di Medan. Meski tidak selalu tampil sebagai pemain inti, kiprahnya di lapangan hijau tetap menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya.

Namun, jalan hidup berkata lain. Tragedi Kanjuruhan yang menyisakan duka mendalam bagi dunia sepak bola Tanah Air ikut mengguncang batin Paul. Dari situlah ia mulai merenung, mempertanyakan kembali arah hidupnya, dan akhirnya memilih memberi ruang lebih besar pada musik. 

Di balik langkah beraninya banting setir ke dunia tarik suara, ada sosok yang sangat berpengaruh. Ia adalah Kadek Sri Widari, ibunya. Hidup bersama sang ibu di Buleleng membuat Paul tumbuh dengan dukungan penuh kasih sayang. Ibulah yang mendorongnya untuk berani mencoba mengikuti ajang pencarian bakat.

“Apapun jalannya nanti, yang penting bisa hidup aman, nyaman, bisa memenuhi kebutuhan sendiri, dan nantinya bisa bantu orangtua,” ujar Paul ketika ditemui, Minggu (18/8).

Paul mengaku belajar bernyanyi secara otodidak. Ia merasa lebih tenang ketika menyanyi, seolah musik mampu menjadi ruang ekspresi yang menenangkan hati. Bahkan, hingga kini ia sudah menulis tidak kurang dari 10 lagu.

Suaranya yang unik membuat banyak orang mulai mengenal sisi lain dari sosok yang dulu hanya dikenal sebagai pemain sepak bola.

Meski karier musiknya baru dimulai, Paul tidak menutup kemungkinan kembali ke lapangan hijau. Namun untuk saat ini, ia memilih menepi dari hiruk-pikuk sepak bola profesional.

“Sekarang off dulu untuk main bola. Kalau memang jalannya di musik, saya pasti akan jalani,” katanya mantap.

Pemuda setinggi 180 sentimeter ini juga memiliki kelebihan lain. Kemampuannya berbahasa terbilang fasih, meski ia tumbuh besar di luar negeri. Selain fasih berbahasa Bali, ia juga menguasai dialek khas Buleleng.

“Oh bisa banget. Apalagi Bahasa Buleleng, saya bisa banget,” ujarnya sambil tersenyum. ***

Editor : Dian Suryantini
#anturan #buleleng festival #swiss #konser #indonesia #Nyoman Paul #indonesian idol