BALIEXPRESS.ID – Human Resource Association (HRA) Bali sukses menggelar HR Convention 2025 pada 22 Agustus 2025. Mengusung tema “Purpose-Centric Leadership: Harnessing People Potential for Sustainable Impact”, acara ini mempertemukan tokoh pemerintahan, pelaku industri, hingga komunitas internasional untuk membahas transformasi SDM, produktivitas inklusif, dan keberlanjutan industri.
Salah satu fokus utama konvensi adalah peluncuran Bali Hospitality Talent Playbook, sebuah panduan strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan mendorong keterlibatan budaya Bali dalam sektor hospitality.
Transformasi SDM dan Produktivitas
Dalam sesi dialog bertema “Membangun Tenaga Kerja Kompeten Indonesia Menuju Produktivitas Tinggi”, Prof Anwar Sanusi, Ph.D. – Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan RI – menegaskan pentingnya pergeseran pola pikir dari administratif menuju purpose-centric leadership. Ia menekankan tiga pilar utama pengembangan tenaga kerja, yaitu People, Productivity, and Inclusivity, dengan fokus pada penguatan sektor jasa dan kolaborasi lintas sektor.
Pariwisata dan Budaya Lokal
Ketua PHRI Bali, Prof Dr Ir Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si, menyoroti peran penting kearifan lokal Bali sebagai identitas utama dalam hospitality. Hal ini selaras dengan pernyataan Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Ketua Bali Tourism Board, yang menekankan kesiapan talenta pariwisata serta penguatan branding regional untuk meningkatkan daya saing global.
Baca Juga: 13 Jenis Pemeriksaan, Program CKG Di Badung Mulai Menyasar Usia Sekolah
Perspektif Dunia Korporasi
Dari kalangan industri, Miftahuddin Amin (EVP & Chief Administration Officer Paragon) memaparkan bagaimana visi perusahaan yang jelas mampu menjadi fondasi pengembangan SDM unggul dan berkelanjutan. Sementara itu, Dudi Arisandi (Chief People Officer Tiket.com) menekankan pentingnya membangun tim yang agile dan adaptif terhadap ekosistem digital hospitality.
Arah Hospitality Berkelanjutan
Dalam sesi mengenai SDGs, John Flood (CEO Archipelago International) menekankan kepemimpinan visioner dan sistem manajemen yang tepat sebagai kunci menuju hospitality berkelanjutan. Edward Speirs (Managing Director NOW! Magazine) menambahkan, media memiliki peran besar dalam membentuk narasi responsible hospitality. Sedangkan Rahmi Fajar Harini (Founder Eco Tourism Bali) menawarkan strategi praktis untuk mentransformasikan kesadaran SDGs menjadi aksi nyata di industri.
Baca Juga: 4 Penculik dan Pembunuh Bos Bank Ditangkap, Otak di Balik Aksi Masih Buron
Isu Strategis Dunia Kerja
Sebagai penutup, peserta mengikuti diskusi kelompok terfokus mengenai empat isu kunci: perlindungan karyawan, employer branding, kesehatan mental, serta penerapan psikologi positif dalam manajemen multigenerasi.
“HR Convention 2025 menjadi panggilan untuk bertindak – menyelaraskan visi, nilai, dan aksi nyata demi masa depan dunia kerja yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Vira Risnayani, Ketua HRA Bali.
Editor : Iqbal Kurnia