BALIEXPRESS.ID – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria memotong tiga tali layangan sekaligus viral di media sosial dan memicu perdebatan panjang di kalangan netizen.
Aksi tersebut terekam dalam unggahan akun TikTok @nak.balii.ne dan kemudian dibagikan ulang oleh akun Instagram @infodenpasarterkini.id.
Baca Juga: Bupati Bangli Geser 19 Pejabat Eselon III dan IV, Karya Atmaja Dapat Job Baru
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak seorang pria berjalan mengendap-endap di sebuah perumahan saat malam.
Ia mendekati tiga tali layangan yang sedang mengudara dan dengan cepat menggunting ketiganya sekaligus.
Aksi tersebut sontak mengundang perhatian publik, apalagi disebutkan bahwa layangan tersebut sebelumnya direncanakan untuk diinapkan oleh pemiliknya.
Baca Juga: LPD Desa Adat Duda Karangasem Konsisten Beri Santunan Duka Rp600 Ribu untuk Warga Meninggal
"Diinapkan" merujuk pada praktik membiarkan layangan tetap mengudara semalaman dengan tali yang diikat di permukaan tanah.
Praktik ini kerap dilakukan oleh pecinta layangan di Bali, namun juga sering memicu kekhawatiran karena tali layangan yang nyaris tak terlihat dapat membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam atau dini hari.
Video tersebut memancing respons beragam dari netizen. Banyak yang membela aksi si pemotong tali layangan, menyebut bahwa tindakan itu wajar demi menjaga keselamatan warga, khususnya pengguna jalan.
Komentar serupa juga membanjiri unggahan tersebut, dengan banyak yang menyinggung insiden tragis beberapa waktu lalu, di mana seorang pengendara motor dilaporkan tewas akibat terjerat tali layangan saat melintas di malam hari.
Baca Juga: Aksi Moshing Berakhir Ricuh Warnai Penampilan Band Lokal di Buleleng Festival 2025
Namun, ada pula yang mengecam tindakan tersebut, menyebutnya tidak etis dan melanggar hak orang lain.
"Saya bela bapak yang mutus layangannya kan pernah ada yang meninggal kena senar layangan menginap,” tulis akun @andirharharha dikutip Sabtu (23/08/2025).
“Tindakan bapak itu benar, biar talinya tidak membahayakan orang lain,” purnamayanti.13.
“Nyen kene pedih adane bapak, coba orin beneh3 kan lung, jani pegatin layangan anake ae nyen di carike,” imbuh netizen lain.
Fenomena layangan diinapkan memang menjadi isu berulang setiap musim angin di Bali.
Editor : Wiwin Meliana