Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kembangkan Komditas Bawang Merah, Satu Hektar Panen 13 Ton 

Putu Resa Kertawedangga • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 18:31 WIB

PANEN: Prosesi panen perdana nawang merah di Subak Padedekan, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal.
PANEN: Prosesi panen perdana nawang merah di Subak Padedekan, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal.
MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) mulai mengembangkan komoditas bawang merah dengan anggaran APBD 2025. Bahkan dari 12 hektar lahan penanaman, telah dilakukan panen perdana di Subak Padedekan, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal.

Panen perdana ini pun menghasilkan bawang merah 13 ton per hektar lahan.

Kadisperpa Kabupaten Badung, I Wayan Wijana mengatakan, pengembangan bawang merah tahun 2025 dilakukan di dua kecamatan, yakni Abiansemal dan Mengwi.

Dua wilayah ini dipilih lantaran cocok secara geografis untuk komoditas tersebut.

“Di dua kecamatan ini, kami lakukan pengembangan di beberapa desa. Untuk di Kecamatan Mengwi berlokasi di Desa Mengwi, Buduk, dan Penarungan. Sedangkan untuk di Kecamatan Abiansemal, kami pilih di Desa Jagapati, Mambal, dan Angantaka,” ujar Wijana, Jumat (22/8).

Pihaknya menyebutkan, khusus untuk panen perdana bawang merah di Subak Padedekan. Disperpa Badung mengembangkan 2 hektare varietas Super Philip yang tahan hama.

“Varietas Super Phillip ini dia agak kuat dengan hama. Dari hasil pengembangan, bisa menghasilkan hingga 13 ton per hektar,” terang mantan Kabag Organisasi Setda Badung ini.

Selain pengembangan bawang merah, Wijana menerangkan, Disperpa Badung juga menggulirkan program pengembangan cabai rawit seluas 45 hektar.

Pengembangan cabai rawit ini sebagai langkah antisipasi menghadapi fluktuasi harga yang kerap bergejolak pada akhir tahun dan menjelang awal tahun baru. Utamanya juga untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

“Pengembangan cabai rawit ini tujuannya untuk memenuhi ketersediaan terutama ketika terjadi gejolak harga cabai yang biasanya akan terjadi bulan Desember, Januari, Februari. Jadi ketika petani produksinya menurun, pemerintah hadir dengan program pengembangan cabai rawit. Kamk harapkan ini bisa memenuhi ketersediaan cabai di pasaran saat itu,” jelasnya.

Sementara, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa Sempat menyatakan, pengembangan pertanian di Kabupaten Badung diharapkan terus tumbuh berkelanjutan.

Sehingga dapat menjadi sektor yang bukan hanya produktif, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan kestabilan pangan lokal.

Sektor pertanian harus terus dikembangkan sebagai penyangga ekonomi dan penjaga stabilitas pangan daerah.

“Ini yang kami harapkan dan saya minta kepada Kadis Pertanian untuk terus memperluas lagi. Kita harus memastikan ketersediaan pangan kita di Kabupaten Badung, sekaligus untuk menjaga pengendalian inflasi daerah,” ungkap Adi Arnawa.

Dinas PUPR pun disebutkan, telah memperbaiki saluran irigasi pada subak Padedekan ini sepanjang 4 Km.

Hal ini diakui sebagai bentuk komitmen ditinya berpihak kepada petani. “Saya akan berjuang terus untuk memastikan meningkatnya produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Badung,” tegasnya. (esa)

Editor : I Putu Mardika
#Wayan Adi Arnawa #bawang merah #badung #dinas pertanian #Subak