BALIEXPRESS.ID- Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Kabupaten Bangli, yang lebih dikenal sebagai PDAM, kini memiliki gedung baru yang megah.
Gedung tiga yang diupacarai secara Hindu melalui Rsi Gana pada Minggu (24/8/2025), kini sudah siap ditempati.
“Upacara dipuput Ida Pedanda dari Gria Keramas, Brahmana Bukit, Bangli,” ungkap Direktur PDAM, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi.
Dewa Rono-sapaan akrab Dewa Gede Ratno Suparso Mesi mengatakan pembangunan gedung baru ini merupakan impian PDAM selama bertahun-tahun.
Hal itu tak lepas dari kondisi gedung lama yang sudah tidak representatif karena usia.
“Gedung lama yang sudah dibongkar dibangun sekitar tahun 1983,” jelasnya.
Anggaran pembangunan gedung baru yang menelan biaya Rp4,5 miliar itu berasal dari kas perusahaan.
Dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, proses pembayarannya dilakukan dengan pola long term payment sebanyak 40 kali.
“Long term payment akan berakhir pada tahun 2028,” jelas direktur asal Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli ini.
Disinggung terkait pelayanan kepada pelanggan setelah menempati gedung baru, Dewa Rono berkomitmen akan lebih baik.
Gedung baru dinilai menjadi salah satu sarana pendukung untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Salah satu terobosan PDAM adalah digitalisasi pelayanan.
Perusahaan juga merencanakan pengembangan unit usaha lain untuk mendorong peningkatan pendapatan.
Dengan begitu, PDAM tidak selalu mengandalkan tarif air, yang selama ini kurang populer di masyarakat. (*)
Editor : I Made Mertawan