BALIEXPRESS.ID - Aktivitas wisata selam dan snorkeling di Pantai Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, mengalami lonjakan signifikan.
Sejak awal Juli 2025, jumlah wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan bawah laut kawasan ini meningkat hingga 50 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Perbekel Desa Tulamben, I Nyoman Pica, mengungkapkan bahwa sejak memasuki musim ramai pada bulan Juli, rata-rata kunjungan harian mencapai 200 hingga 250 wisatawan. Sebelumnya, angka ini hanya berkisar antara 100 hingga 150 orang per hari. "Wisatawan yang mendominasi adalah asing, kalau lokal sangat jarang,“ ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Organisasi Pemandu Selam Tulamben (OPST), I Nyoman Suastika. Menurutnya, kunjungan wisatawan saat ini memang sedang berada pada puncaknya. Meski demikian, ia menyebut aktivitas selam di Tulamben sejatinya tidak pernah benar-benar sepi.
“Selalu ada wisatawan yang datang untuk menyelam. Yang membedakan hanyalah jumlahnya yang fluktuatif. Bulan ini memang sedang ramai,” katanya.
Suastika menambahkan, mayoritas wisatawan yang datang berasal dari mancanegara. Wisatawan Eropa didominasi oleh turis asal Prancis, sementara dari kawasan Asia, China menjadi penyumbang terbesar. Sebaliknya, wisatawan domestik relatif jarang terlihat di lokasi.
Keindahan biota laut Tulamben, menurut Suastika, menjadi daya tarik utama bagi penyelam. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat mempengaruhi pengalaman menyelam. “Ketika hujan, air laut bisa menjadi keruh dan mengurangi jarak pandang di bawah air,” jelasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana