BALIEXPRESS.ID- Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta meresmikan gedung baru Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli yang dikenal PDAM pada Senin (25/8/2025).
Pembangunan gedung lantai III yang menelan biaya Rp4,5 miliar itu dibiayai dari kas perusahaan, dengan sistem pembayaran long term payment sebanyak 40 kali.
Sedana Arta mengapresiasi pola pembangunan yang dilakukan PDAM. Namun, ia juga mengingatkan agar kemegahan gedung baru diimbangi dengan peningkatan etos kerja.
Baca Juga: Dipimpin Kapolres Badung, Razia Lalu Lintas di Canggu Tindak Puluhan Pelanggar
Menurutnya, hampir setiap kali terjadi cuaca ekstrem, pelayanan air kerap terganggu, baik di sumber maupun pada titik distribusi tertentu.
Persoalan ini harus segera diatensi. Misalnya dengan memanfaatkan teknologi untuk memantau kerusakan, sehingga bisa cepat diatasi.
Lebih lanjut, ia menilai Bangli yang dikenal kaya sumber daya air memiliki peluang untuk mengembangkan unit usaha lain.
Baca Juga: Siswa di Kabupaten Badung Terima Buku Rusak, Disdikpora Minta Diganti
Salah satunya dengan memproduksi air minum dalam kemasan, sebagaimana sudah dilakukan sejumlah perusahaan daerah di Bali.
Alternatif lain adalah menjual air baku kepada perusahaan air mineral yang sudah berkembang.
“Dari hari ke hari, nilai air akan semakin tinggi,” ujar bupati asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut ini.
Baca Juga: Fraksi Gerindra Setujui Pencabutan Tiga Perda di Klungkung, Tekankan Kualitas Layanan Publik
Sedana Arta juga menyinggung kontribusi PDAM terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Ia menyebut dalam tiga tahun terakhir perusahaan sebenarnya sudah meraih keuntungan, namun karena masih terbebani utang masa lalu, kontribusi ke PAD belum bisa terealisasi.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi, menyampaikan bahwa gedung baru ini menjadi langkah maju dalam upaya meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan gedung merupakan bagian dari visi pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur dan fasilitas vital penunjang kesejahteraan masyarakat.
Terkait inovasi pengembangan usaha, ia menegaskan hal itu sudah dipikirkan, meski bukan dalam bentuk produksi air kemasan. (*)
Editor : I Made Mertawan