Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

APBD Bali 2026 Diprediksi Rp 5 Triliun, Pemprov Andalkan PWA dan Turyapada

Rika Riyanti • Selasa, 26 Agustus 2025 | 22:50 WIB

ANGGARAN: Wakil Ketua DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa usai mengikuti rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Bali tahun 2026 digelar DPRD Bali bersama Pemerintah Provinsi
ANGGARAN: Wakil Ketua DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa usai mengikuti rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Bali tahun 2026 digelar DPRD Bali bersama Pemerintah Provinsi

 

 

BALIEXPRESS.ID – Rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Bali tahun 2026 digelar DPRD Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali di Kantor DPRD Bali, Senin (26/8).

Dalam rapat tersebut terungkap adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, sehingga Pemprov Bali dituntut mencari sumber pendapatan tambahan.

APBD Bali 2026 sendiri diperkirakan berada di kisaran Rp 5 triliun.

Baca Juga: Andre Taulany Ajak Pekerja Seni dan Informal Pahami Pentingnya Jaminan Sosial

Wakil Ketua DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa, yang memimpin jalannya rapat menjelaskan, penyusunan final APBD masih menunggu kepastian Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Meski demikian, ia menaruh harapan besar pada pungutan wisatawan asing (PWA) sebagai penopang tambahan kas daerah.

“Kami harap dari Rp 5 triliun itu ada peningkatan tambahan lagi dari PWA. Sehingga bisa mengakomodir pembangunan infrastruktur di Bali,” jelas politisi asal Badung tersebut.

Baca Juga: Disnaker Jembrana Gelar Workshop untuk Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural, Sasar Pelajar Kelas XII

Disel juga mengungkapkan bahwa pemangkasan dana pusat terutama berdampak pada pembangunan fisik.

Untuk menutupi kebutuhan tersebut, Pemprov Bali bersama sejumlah pemerintah daerah berinisiatif melakukan gotong royong pembiayaan.

“Badung sebanyak Rp 300 miliar, Denpasar sebanyak Rp 30 miliar dan Gianyar Rp 38 miliar membiayai infrastruktur provinsi dan daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Buleleng Bidik Papan Atas Porprov XVI, Siap Menyambar Medali Porprov 2025

Selain PWA, proyek Turyapada Tower juga disebut berpotensi menjadi salah satu sumber pemasukan baru bagi Pemprov Bali.

Disel menilai, keberadaan menara tersebut bisa dimanfaatkan lebih jauh oleh penyedia layanan komunikasi.

Baca Juga: Anggota Polres Buleleng Meninggal dalam Kecelakaan Lalu Lintas, Diduga Tabrak Lari

“Walaupun provider-provider itu kemarin sudah ada perjanjian dengan kabupaten kota sehingga dengan kita punya memberitahu ke mereka agar bisa merapat ke Turyapada melalui Diskominfo sehingga provider itu bisa menjadi pendapatan kita,” tandasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #anggaran #dprd bali #apbd