Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Puluhan Hektare Sawah di Badung Gagal Panen Akibat Hama Tikus

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 26 Agustus 2025 | 23:53 WIB

Kadisperpa Badung, I Wayan Wijana akui adanya gagal panen.
Kadisperpa Badung, I Wayan Wijana akui adanya gagal panen.

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung kini sedang merancang pelaksanaan ngaben bikul atau tikus.

Hal ini ternyata dilakukan atas adanya puluhan hektare sawah rusak diserang hama tersebut.

Hal ini pun menyebabkan petani di Kabupaten Badung mengalami gagal panen.

Baca Juga: Segera Diganti, Buku Siswa SD Rusak Hanya Digunakan Hingga September 2025

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disdperpa) Badung, I Wayan Wijana mengatakan, serangan hama tikus tidak hanya terjadi di Badung, namun juga di beberapa daerah di Bali.

Kendati demikian ia mengaku, banyak sawah petani di Badung yang diserang hama tikus.

“Sudah banyak diserang, makanya pemkab Badung berencana mengusir tikus secara niskala," ujar Wijana, Selasa (26/8).

Baca Juga: Cekcok Usai Pesta Miras, Pemuda Tewas Ditusuk Teman Sendiri, Begini Kronologinya

Pihaknya menyebutkan, dari 9 ribu hektare lebih sawah yang ada di Badung, sebanyak 49,57 hektare yang diserang hama tikus.

Lokasinya pun tersebar di Gumi Keris.

“Jadi sesuai hasil pendataan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serangan tikus menyebabkan gagal panen seluas 49,57 hektar,” ungkapnya.

Baca Juga: Disnaker Jembrana Gelar Workshop untuk Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural, Sasar Pelajar Kelas XII

Wijana menerangkan, di Kecamatan Mengwi luas wilayah yang terserang hama tikus yakni 24 hektare, Abiansemal 12,4 hektare, dan Petang 13 hektare.

Meski terjadi gagal panen, namun dirinya mengaku, telah melakukan beberapa upaya.

Salah satunya dengan mendorong subak untuk mengadakan gerakan pengendalian tikus, bantuan pestisida racun tikus, dan perlindungan asuransi.

"Selain tikus ada juga serangan hama kresek. Namun sudah berikan kami bantuan pestisida," terangnya.

Lebih lanjut pihaknya menghimbau petani untuk menjaga kebersihan saluran irigasi agar tidak menjadi sarang tikus.

Bahkan dalam pembersihan aliran sungai, pihaknya juga akan memberi bantuan subak mesin pemotong rumput.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan berencana akan menggelar kembali tradisi Ngaben Bikul atau ngaben tikus pada tahun 2026 mendatang.

Hal ini dilakukan untuk menetralisir gangguan dari hama tanaman secara niskala.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, upacara ngaben bikul sebelumnya pernah dilakukan tahun 2020. Upacara ini rencananya akan digelar kembali pada tahun 2026 sesuai arahan dari Bupati Badung.

Bahkan ia menyatakan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan secara rutin dan berkala, misalkan lima tahun sekali, tergantung kebutuhan.

“Untuk ngaben bikul ini sedang kami bahas dari sisi penganggaran dan dari serta waktu pelaksanaan,” ujar Sudarwitha. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#ngaben #gagal panen #tikus #Pemkab Badung #hama