Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sempat Dikira Jatuh ke Jurang, Buruh di Ubud Ternyata Korban Pengeroyokan Brutal

Wiwin Meliana • Kamis, 28 Agustus 2025 | 18:18 WIB

Seorang buruh di Ubud Gianyar sempat diduga jatuh ke jurang
Seorang buruh di Ubud Gianyar sempat diduga jatuh ke jurang

BALIEXPRESS.ID– Kasus dugaan kecelakaan jatuh ke jurang yang sempat menggegerkan warga Ubud, Gianyar, Bali, ternyata menyimpan fakta mengejutkan.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, korban bernama Hendra Kurniawan (30) ternyata menjadi korban pengeroyokan dan penusukan oleh dua rekannya sendiri.

Baca Juga: TEGAS! UGM Nonaktifkan Status Mahasiswa Dwi Hartono, Tersangka Kasus Pembunuhan Kacab BRI

Kapolres Gianyar menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu malam (16/8/2025), ketika Hendra bersama dua temannya, Wahyu Mega dan Alip Rohmat Saiko, menggelar pesta minuman keras di sebuah bedeng tempat mereka bekerja, yang berlokasi di Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Ubud.

Usai pesta, ketiganya pergi keluar bersama. Namun keesokan harinya, hanya Wahyu dan Alip yang kembali ke bedeng. Ketika ditanya tentang keberadaan Hendra, keduanya berdalih bahwa Hendra pergi bersama teman lainnya.

Namun dua hari kemudian, pada Senin (18/8/2025), korban mengirimkan pesan suara kepada rekan kerja lainnya, Tofik Herdiyanto, yang berisi permintaan tolong. Dalam rekaman itu, Hendra mengatakan bahwa ia terjatuh ke jurang dan tidak bisa berjalan.

Baca Juga: Tolak Demo 28 Agustus Anarkis, Waspada Ditunggangi Kelompok Kepentingan

Mendapat informasi itu, warga dan aparat Polres Gianyar segera melakukan penyisiran di lokasi dan berhasil menemukan korban dalam kondisi lemah di bawah jembatan wilayah Ubud. Hendra kemudian dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

Namun saat dirawat, petugas medis menemukan luka-luka tidak wajar, termasuk luka robek akibat benda tajam, yang tidak konsisten dengan luka akibat jatuh biasa. Kecurigaan ini mendorong polisi melakukan penyelidikan lebih dalam.

Kapolres Gianyar mengatakan bahwa hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada dugaan penganiayaan berat.

“Korban sempat cekcok dengan pelaku. Dari sana kami dalami lagi. Setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan bukti fisik, penyelidikan mengarah pada dua pelaku yang akhirnya kami tangkap di wilayah Jimbaran,” jelas Kapolres.

Dalam interogasi, tersangka Alip Rohmat Saiko mengakui bahwa ia dan Wahyu Mega memukuli korban hingga terjatuh ke bawah jembatan. Tidak berhenti di situ, Alip mengaku turun ke jurang dan menusuk pinggang korban menggunakan pisau, sebelum meninggalkannya dalam kondisi tak berdaya.

Baca Juga: Sosok Andreana Wulandari, Istri Dwi Hartono: Disorot Usai Suami Jadi Tersangka Otak Pembunuhan Kacab BRI

Pisau yang digunakan dalam aksi keji itu kemudian dibuang di semak-semak di wilayah Jimbaran. Barang bukti telah berhasil ditemukan oleh petugas.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini tak lepas dari kerja cepat Tim Macan Tridatu Polres Gianyar. Melalui unggahan akun resmi @resmobgianyar, Kamis (28/8/2025), disebutkan bahwa kedua pelaku telah ditangkap di daerah Jimbaran, Nusa Dua.

Polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengetahui motif di balik pengeroyokan brutal ini. Kedua pelaku saat ini telah diamankan dan dikenakan pasal terkait penganiayaan berat yang mengancam nyawa.

 

Editor : Wiwin Meliana
#kecelakaan #jatuh ke jurang #ubud #pengeroyokan #buruh