BALIEXPRESS.ID – Klarifikasi resmi dari pihak kepolisian terkait video viral kedatangan anggota Polsek Denpasar Barat ke sebuah bar di kawasan Denpasar Barat memicu reaksi baru di jagat maya.
Setelah fakta-fakta sebenarnya diungkap, akun media sosial The Lazy Monkey Caffe and Bar pun diserbu warganet.
Baca Juga: Anggrayani Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Tabrak Lari
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan petugas kepolisian mendatangi bar tersebut pada Senin (25/8/2025) malam sekitar pukul 21.00 Wita sempat viral di TikTok.
Video itu memunculkan narasi bahwa polisi melakukan "sidak" dan bahkan dituding terlibat pemerasan.
Namun, dalam klarifikasi yang diunggah melalui akun resmi @polrestadenpasar, pihak kepolisian menegaskan bahwa kedatangan petugas bukan tanpa dasar.
Mereka menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan warga melalui Call Center 110 yang diterima pada Minggu (24/8/2025) pukul 23.10 Wita.
“Seorang warga berinisial AL melaporkan adanya suara musik yang terlalu keras dari bar tersebut, sehingga mengganggu waktu istirahat warga sekitar,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga: Viral Video Polisi Datangi Bar di Denpasar Barat, Petugas Bantah Adanya Pemersan, Begini Faktanya
Berdasarkan laporan itu, petugas dari Polsek Denpasar Barat turun langsung ke lokasi untuk memberikan imbauan agar volume musik dikecilkan.
Namun saat imbauan disampaikan, seorang laki-laki di lokasi merekam peristiwa tersebut dan melontarkan perkataan tidak pantas.
Video itu kemudian tersebar di media sosial tanpa mencantumkan kronologi lengkap, sehingga memunculkan opini negatif terhadap aparat.
“Video yang viral tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa. Petugas hanya menjalankan tugas menindaklanjuti laporan warga,” tegas AKP Sukadi.
Usai klarifikasi tersebut dipublikasikan, banyak warganet langsung menyerbu akun media sosial milik The Lazy Monkey Caffe and Bar.
Mereka menilai pihak bar telah bersikap seolah-olah menjadi korban (playing victim) dan memanfaatkan video tersebut untuk membentuk opini publik.
Komentar-komentar bernada kritik pun membanjiri kolom unggahan terakhir bar tersebut, dengan sebagian warganet mendesak pihak pengelola untuk segera membuat permintaan maaf secara terbuka kepada pihak kepolisian maupun masyarakat.
Baca Juga: Menjebak Jalak Bali di Subak Jatiluwih, Pemburu Burung Dilaporkan ke Polisi
“Haha video pak polnya di takedown ya min,”tulis akun @wirajuniawan.
“Seharusnya punya usaha harus menghargai warga sekitar dan apparat, ya lu punya usaha di lingkungan warga harus menghargai bos semua orang butuh tidur nyenyak juga bukan hidupkan sound keras keras,” imbuh akun @sadhuupayana.
Hingga berita ini diturunkan, pihak The Lazy Monkey Caffe and Bar belum memberikan tanggapan resmi maupun pernyataan terbuka melalui platform media sosial mereka. Sementara itu, Polsek Denpasar Barat berencana mempertemukan pelapor dan pengelola bar untuk menyelesaikan persoalan ini melalui jalur mediasi.
Editor : Wiwin Meliana