Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Program Sidi Kumbara AdiCipta, Visi Bank BPD Bali Dalam Melayani UMKM

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 31 Agustus 2025 | 19:06 WIB

Peluncuran program Sidi Kumbara AdiCipta oleh Pemkab Badung bekerjasam dengan Bank BPD Bali, di Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (30/8).
Peluncuran program Sidi Kumbara AdiCipta oleh Pemkab Badung bekerjasam dengan Bank BPD Bali, di Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (30/8).

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung dengan Bank BPD Bali telah menjalin kerjasama melalui program Subsidi Kredit Usaha Mikro Badung Sejahtera (Sidi Kumbara) AdiCipta.

Program yang memberikan subsidi bunga kepada UMKM ini pun telah dilauncing di Wantilan Serbaguna Karang Dalem II, Desa Bongkasa Pertiwi, Abiansemal, Sabtu (30/8).

Program yang masuk dalam visi Bank BPD Bali ini pun telah dikembangkan plafon maksimal pinjaman dari Rp 25 juta rmenjadi Rp 100 juta.

Baca Juga: Gubernur Wayan Koster Terima Driver Ojol, jika Demonstrasi Sampai Anarkis Ditindak Tegas

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyampaikan, Program Sidi Kumbara AdiCipta ini untuk mengembangkan usaha mikro yang ada di Kabupaten Badung.

Program ini juga merupakan bentuk komitmen Pemkab Badung untuk berpihak kepada para pelaku usaha mikro.

“Ini satu bentuk bahwa komitmen kami kepada masyarakat Badung, Sidi Kumbara Adi Cipta ini dimana kami benar-benar ada keberpihakan dengan usaha mikro yang ada di Badung ini. Dan terbukti hari ini kami tidak saja Melaunching tetapi juga malahan menambah pagu anggarannya, yang awalnya maksimal Rp. 25 juta sekarang menjadi Rp. 100 juta,” jelasnya.

Baca Juga: Waspada! Muncul Nomor WA Palsu Catut Nama Ketua DPRD Klungkung

Adi Arnawa juga menerangkan, UMKM akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Badung.

Dirinya berharap dengan pengembangan kredit ini akan menambah semangat daripada masyarakat yang bergerak di usaha mikro untuk terus bertumbuh.

“TIdak saja untuk mendapatkan pendapatan buat yang bersangkutan tapi juga memberikan ruang untuk kesempatan kerja. Untuk target Sidi Kumbara Adi Cipta di tahap kedua ini berjumlah 70 kreditur untuk yang Kredit Rp 100 juta serta 50 kreditur untuk yang Rp 25 juta,” terangnya.

Baca Juga: Semakin Beragam Fitur, BRImo Sediakan Akses Berbagai Voucher dari Ratusan Merchant Ternama

Pihaknya pun mengaku, akan tetap melakukan evaluasi terhadap program tersebut, jika memungkinkan akan ditingkatkan lagi.

Tentunya hal ini juga akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Terlebih melalui program ini, pelaku UMKM hanya akan membayarkan pinjamannya, sedangan bunga dan lainnya gratis.

“Semua biaya dibayar oleh pemerintah, dari pihak pengusaha mikro hanya membayar pokoknya saja. Kedepannya kita juga akan evaluasi, nanti tentu kita akan duduk juga bersama BPD Bali, dengan OJK, dengan BI, termasuk dengan Jamkrida untuk pengembangan ke depan ini. Kalau sekarang 100 bagaimana dampaknya, kalau ternyata memberikan dampak yang cukup besar tidak mendukung, mungkin kita akan tambah platform lagi,” jelasnya.

Sementara, Direktur Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma mengatakan, program Sidi Kumbara yang diluncurkan Pemkab Badung dengan Bank BPD Bali sejatinya telah dijalankan sejak setahun lalu.

Di awal perjalanan program batas pinjaman hanya Rp 2,5 miliar untuk seluruh UMKM, namun tahun ini ditingkatkan.

“Tahun ini sebenarnya targetnya Rp 2,5 miliar juga, tapi ditambah lagi dengan adanya kenaikan plafon dari Rp 25-100 juta,” ujar Sudharma.

Pihaknya menyebutkan, program ini terbentuk atas inisiasi Pemkab Badung, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK, dan Bank BPD Bali.

Program Sidi Kumbara ini pun disebutkan sesuai dengan visi Bank BPD Bali untuk memajukan Bali.

Terutama dalam rangka meningkatkan kapasitas UMKM yang lebih maju.

“Kami sudah menyalurkan kredit UMKM hampir melebihi 50 persen dari total kredit Bank BPD Bali. Tentunya ini merupakan kesuksesan yang luar biasa bagi kami dan juga dukungan daripada pemegang saham,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sudharma menjelaskan, program ini telah berjalan tanpa kendala.

Bahkan dari yang sudah berjalan subsidi bunga, biaya, profisi administrasi termasuk IJP daripada penjaminan telah dibayar oleh Pemkab Badung.

Kedepan dirinya berharap program Sidi Kumbara dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku UMKM.

“Jangan sampai pemanfaatannya menyimpang dari tujuan yang diberikan awal dari kami di Bank BPD Bali, kiranya seperti itu,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#bank bpd bali #adicipta #umkm #Pemkab Badung #subsidi bunga