BALIEXPRESS.ID— Ketegangan antara dua kelompok warga di Banjar Penestanan, Ubud, berhasil diredakan melalui mediasi damai yang difasilitasi oleh Polsek Ubud.
Peristiwa perkelahian yang sempat terjadi pada Jumat (29/8) dini hari kini tuntas diselesaikan secara kekeluargaan, mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal.
Baca Juga: Cuitan Akun Diduga Milik Ahmad Sahroni Viral Usai Penjarahan Rumah, Ini Faktanya
Perkelahian bermula dari kesalahpahaman antara tiga warga Banjar Penestanan Kelod dan lima warga Banjar Penestanan Kaja.
Insiden yang terjadi di depan Balai Banjar Penestanan Kaja ini sempat memicu ketegangan, namun segera ditanggapi dengan cepat oleh Polsek Ubud.
Mediasi penting pun digelar pada Sabtu (30/8) di Aula Catur Prasatya Polsek Ubud.
Pertemuan ini dipimpin oleh Wakapolsek Ubud, AKP I Wayan Antariksawan, S.H., M.H., dan dihadiri oleh para tokoh penting, termasuk perwakilan dari kedua belah pihak, bendesa adat, kelian dinas, kelian adat, serta ketua pecalang.
Baca Juga: FKPEN Kecam Demo Anarkis, Jangan Terprovokasi Isu SARA
Kesepakatan Damai Berlandaskan Kearifan Lokal
Setelah musyawarah, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri perseteruan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat perdamaian yang berisi enam poin utama, di antaranya, Pengakuan Kesalahan Kedua belah pihak mengakui bahwa perkelahian terjadi akibat kesalahpahaman dan menyatakan penyesalan.
Permintaan Maaf Mereka saling meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
Baca Juga: Tagar Darurat Militer Trending di X, Apa Itu? Ini Penjelasan dan Resikonya
Penyelesaian Kekeluargaan Permasalahan diselesaikan secara musyawarah tanpa melanjutkan proses hukum.
Laporan yang sudah dibuat di Polsek Ubud pun dicabut.
Komitmen Masa Depan Kedua pihak berjanji untuk menjaga perdamaian, dan siap diproses secara hukum jika kembali melanggar.
Sebagai tindak lanjut, upacara adat melebur sengkala akan diadakan di lokasi kejadian.
Upacara ini dijadwalkan akan dilakukan pada hari baik, sebagai simbol pembersihan dan pemulihan hubungan.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., mengapresiasi itikad baik warga.
Baca Juga: ASTAGA! Rumah Mewah yang Dijarah Massa Ternyata Bukan Milik Nafa Urbach, Ini Penjelasan Satpam
"Kami sangat mengapresiasi kesadaran warga dan para tokoh adat yang memilih jalan damai. Perdamaian ini adalah bukti nyata bahwa kearifan lokal dan musyawarah bisa menjadi solusi efektif dalam menyelesaikan masalah," ujarnya.
"Polsek Ubud akan terus hadir untuk memfasilitasi penyelesaian masalah dengan pendekatan humanis, menjunjung tinggi kearifan lokal, namun tetap berlandaskan hukum," tutupnya, menekankan komitmen Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat.(nan)
Editor : Wiwin Meliana