BALIEXPRESS.ID – Surat ajakan aksi damai yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Bali Utara di Kabupaten Buleleng, Bali, menuai banyak reaksi keras dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari Anggota DPD RI Dapil Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, atau yang akrab disapa Arya Wedakarna (AWK).
Melalui akun media sosial resminya, AWK menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat, khususnya anak muda Buleleng, untuk menolak segala bentuk provokasi dan memastikan keamanan serta ketertiban tetap terjaga.
“Yang buat surat sing ade nak Bali. Amankan Buleleng!” tulis Arya Wedakarna dalam unggahannya dikutip pada Senin (01/09/2025).
“Anak muda Buleleng, jaga Singaraja! Jangan sampai tanah kelahiran Bung Karno tercederai oleh provokator! Bantu TNI-Polri amankan Buleleng!”
Surat ajakan aksi yang viral sejak akhir pekan lalu, awalnya dijadwalkan berlangsung pada Senin, 1 September 2025.
Dalam surat tersebut, massa direncanakan berkumpul di Taman Depan GOR Buana Patra Singaraja, lalu bergerak menuju Polres Buleleng dan Kantor DPRD Buleleng.
Baca Juga: Tuai Penolakan, Aksi Damai Bali Utara Resmi Dibatalkan, Warga Terlanjur Ketakutan
Tiga tuntutan utama dalam ajakan aksi itu antara lain:
- Pengusutan tuntas dan transparan atas kematian Alm. Affan Kurniawan
- Penolakan atas kenaikan tunjangan DPR
- Mendesak pengesahan UU Perampasan Aset
Namun, ajakan tersebut langsung menuai penolakan keras dari masyarakat lokal, terutama karena tidak ada satupun nama dalam struktur aliansi yang mencerminkan asal-usul Bali Utara. Nama-nama seperti Parid Aristiawan, Dyka Royyan K.A, dan Damai Endiouf Marbun tercantum sebagai pengurus aksi, namun tak dikenal oleh warga setempat.
Penggiat media sosial Ary Ulangun juga menjadi salah satu yang paling lantang menolak aksi tersebut.
“Saya tidak mendukung pemerintahan korup & DPR korup, tapi saya menolak aksi yang dilakukan dengan anarkis, menjarah, ribut, maupun merusak fasilitas umum,” tulis Ary melalui unggahan viralnya.
Ary juga membagikan tangkapan layar dari pihak yang mengaku sebagai korlap aksi, yang menyatakan bahwa aksi resmi dibatalkan karena khawatir terjadi benturan antara massa aksi dengan aparat dan warga lokal, termasuk desa adat.
Baca Juga: Wabup Klungkung Ajak Perkuat Tekad Jaga Bali di Gelar Agung Pecalang
Menyusul pembatalan aksi, aliansi yang menamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Bali Utara Jilid 2 juga menyatakan pembubaran. Namun, keresahan terlanjur melanda warga Buleleng.
Banyak warga mengaku takut keluar rumah, ada yang menutup warung dan toko, serta menunda kegiatan di area publik karena khawatir situasi tidak kondusif.
Editor : Wiwin Meliana