Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TNI/Polri, Bali Angunggah Shanti, Hingga Pecalang Jaga Ketat Puspem Badung, Ini Alasannya

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 1 September 2025 | 22:28 WIB

Ratusan pecalang yang berjaga di area Puspem Badung, Senin (1/9).
Ratusan pecalang yang berjaga di area Puspem Badung, Senin (1/9).

BALIEXPRESS.ID - Kawasan Puspem Badung, Senin (1/9) dijaga ketat oleh TNI/Polri, Pecalang Hingga Aliansi Bali Angunggah Shanti.

Penjagaan ini dilakukan lantaran adanya kabar Demo diseluruh kantor DPR di Indonesia.

Penjagaan terbanyak dilakukan Aliansi Bali Angunggah Shanti dengan menggunakan pakaian adat Bali berbaju putih.

Baca Juga: Terekam CCTV, Sosok Diduga Waria Sengaja Bakar Villa Ditempati WNA Spanyol di Tibubeneng

Selain itu terlihat sejumlah pecalang hingga Pecalang Desa Adat Pecatu.

Bahkan pintu selatan Puspem Badung ditutup total.

Sehingga ASN maupun masyarakat yang akan masuk harus melalui pintu utama dari Jalan Raya Sempidi, Kelurahan Sempidi, Mengwi.

Baca Juga: Tas Turis Vietnam Raib di Bar Hotel Garuda Nusa Penida, Pelaku Ternyata Stafnya Sendiri

Terkait dengan pengamanan itu, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta pun mengak jika pengamanan puspem dilakukan oleh TNI/Polri dibantu oleh pecalang.

Pihaknya menyatakan, ada ratusan orang yang berjaga di Puspem Badung.

“Kurang lebih ada 300 personil TNI/Polri dibantu pecalang,” ujar Alit Sucipta.

Baca Juga: Rumah Dijarah Massa, Uya Kuya: Semoga Apa yang Kalian Ambil Bermanfaat

Terkait dengan penjagaan Aliansi Bali Angunggah Shanti, pria yang akrab disapa Gus Bota ini menyatakan, semua itu bagian dari masyarakat.

Mengingat dari informasi akan ada demo diseluruh DPR se-Indonesia, sehingga mereka bersimpati untuk ikut membangu mengamankan puspem.

“Jadi mereka (Aliansi) datang membantu untuk bersama-sama menjaga Badung,” ungkapnya.

Pihaknya menerangkan, penjagaan ketat setiap titik lantaran Pemkab Badung mendapat surat dari Ketua DPRD yang menyatakan, bahwa akan ada demo dari Pergeragan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Selembaran surat tersebut juga ramai di media sosial, sehingga masyarakat yang tergabung pada Aliansi termasuk Pecalang dan lainnya bersimpati ikut mengamankan Badung termasuk Bali.

“Seperti kita ketahui, demo yang terjadi selama ini kan sangat anarkis. Itu yang diantisipasi, agar tidak merusak fasilitas Umum,” terangnya.

Lebih lanjut, sebagai Wakil Bupati Badung, Gus Bota mengharapkan, keamanan wilayah dapat dijaga bersama.

Terlebih Kabupaten Badung atau Bali merupakan daerah tujuan wisata atau yang bergerak dalam pariwisata.

Sehingga keamanan yang dilakukan harus menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat.

“Kita tidak mau dong, sampai ada kerusuhan, anarkis yang akan berdampak besar pada pariwisata. Jika pariwisata itu tidak lagi ada di Badung atau Bali, mau makan apa kita karena kita bertimpu pada pariwisata,” tegasnya.

Meski demikian, dirinya tidak melarang seluruh masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

Hanya sahabdiharapkan penyampaian aspirasi tidak dilakukan secara anarkis. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#pecalang #polri #puspem badung #tni #demo