BALIEXPRESS.ID – Sejumlah tokoh pariwisata di Bali menyerukan agar masyarakat tetap menahan diri dan menjaga kondusifitas daerah, terlebih Bali merupakan destinasi wisata dunia.
Situasi aman dan damai dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan pariwisata di Pulau Dewata.
Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace, menekankan pentingnya persatuan di tengah dinamika masyarakat belakangan ini.
Ia mengingatkan masyarakat Bali agar tidak mudah terprovokasi dan saling menyerang.
Baca Juga: Desa Les Bidik Sertifikasi Wisata Berkelanjutan, Incar Panggung Dunia
“Kepada kakak kakak saya, adik-adik, dan anak - anak saya krama Bali yang saya cintai dan saya hormati. Mencermati kondisi dan dinamika masyarakat akhir - akhir ini, saya mohon dengan sangat, mari kita bersama - sama menjaga pulau Bali ini, tanah yang selama ini telah memberikan kita kehidupan, kerukunan dan kedamaian, Agar tidak terkoyak oleh kemarahan dan kebencian kita. Semoga Ida Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi dan menuntun langkah dan perbuatan kita di jalan yang benar,” jelas Cok Ace, Minggu (31/8).
Hal senada disampaikan Ketua Asita Bali, Putu Winastra.
Ia menegaskan keamanan Bali harus dijaga oleh seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat, masyarakat, hingga pelaku pariwisata.
Menurutnya, jika kondisi Bali terganggu, kepercayaan wisatawan akan sulit dipulihkan.
Baca Juga: Pemkab Badung Finalisasi Pendataan Potensi Pajak Daerah, Potensi Pajak Baru 19.829
"Ingat kami di Bali hidup dari pariwisata, maka keamanan jadi sangat penting. Pariwisata sangat fragile sedikit ada gejolak mereka tidak akan datang, maka dari itu mari jaga Bali ini agar tetap aman dan nyaman," ujar Winastra.
Terkait demonstrasi yang sempat memanas di Bali pada Sabtu (30/8), Winastra menyebut belum ada dampak signifikan terhadap sektor pariwisata.
Agen perjalanan masih melaporkan minat wisatawan berkunjung ke Bali tetap stabil.
"Belum dampaknya dan kami berharap tidak ada, dan kedatangan (wisatawan) tetap terjaga sampai akhir tahun," katanya.
Pariwisata Bali saat ini tengah menunjukkan pemulihan positif.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juni 2025 mencapai 637.868 orang, naik dari periode yang sama tahun 2024 sebanyak 520.792 orang.
Baca Juga: Pasca Demo Ricuh di Bali: Ratusan Orang Dibebaskan, Tiga Masih Diamankan Polda, ini Perannya
Sepanjang 2024, total kunjungan wisman mencapai 6,3 juta orang. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan angka kunjungan tahun ini bisa menembus 7 juta wisman.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga citra pariwisata Bali tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, imigrasi, desa adat, serta masyarakat.
"Pada tahun 2024, Bali mencatat kunjungan 6,3 juta wisatawan mancanegara dan 10,1 juta wisatawan nusantara, sebagai bukti kuat bahwa Bali masih menjadi destinasi favorit dunia," kata Koster.
Koster menambahkan, keberlanjutan pariwisata Bali harus tetap berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam bingkai Bali Era Baru, yang menekankan kesucian dan keharmonisan antara alam, manusia, dan budaya, berlandaskan kearifan lokal Sad Kerthi serta prinsip Tri Hita Karana.(***)