Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pelaku Pencurian HP Tertangkap Tangan Saat Buleleng Festival

Dian Suryantini • Selasa, 2 September 2025 | 19:26 WIB

Pencurian hp saat konser musik di Buleleng Festival.
Pencurian hp saat konser musik di Buleleng Festival.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Buleleng Festival, sebuah pesta rakyat tahunan yang selalu dinanti warga, mendadak diwarnai insiden tak menyenangkan. Di tengah keramaian panggung hiburan, sorak sorai penonton, serta suasana padat yang penuh antusiasme, aksi pencurian telepon genggam justru terjadi. Beruntung, perbuatan itu cepat terbongkar. Dua orang yang diduga bagian dari sindikat pencurian lintas daerah berhasil ditangkap tangan dan langsung diamankan ke pihak kepolisian.

Peristiwa itu terjadi saat kerumunan pengunjung memenuhi area festival. Seorang remaja, yang kemudian diketahui masih berstatus anak, mencoba melancarkan aksinya dengan memanfaatkan situasi padat dan berdesakan. Ia menyelinap di antara pengunjung, menyasar kantong pakaian seorang korban yang terlihat menyimpan ponsel. Namun, keberuntungan tampaknya tidak berpihak padanya. Gerakan mencurigakan itu langsung disadari sang korban.

Tak ayal, teriakan korban membuat perhatian masyarakat sekitar tertuju ke arah pelaku. Dalam hitungan detik, remaja tersebut berhasil diamankan.

“Saat itu juga, korban menyerahkan pelaku ke Satpol PP yang bertugas. Selanjutnya diserahkan kepada anggota kami untuk ditindak,” ujar Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Gusti Nyoman Jaya Widura, Selasa (2/9).

Baca Juga: Topeng Raksasa dari Sampah Plastik Jadi Ikon Bulfest 2025  

Dari hasil interogasi, terungkap bahwa ia tidak beraksi sendirian. Seorang pria dewasa berinisial SA, berusia 27 tahun asal Malang, Jawa Timur, ternyata merupakan rekan sekaligus pengendali aksinya. SA menunggu tak jauh dari lokasi, siap menerima hasil curian untuk kemudian dialirkan kepada jaringan lain dari sindikat yang lebih besar.

Jaya Widura menerangkan, kedua pelaku memang telah mempersiapkan strategi dengan memanfaatkan momentum keramaian.

“Modus yang digunakan cukup klasik, yaitu menyasar korban saat berada dalam kondisi berdesakan. Setelah barang berhasil diambil oleh anak, langsung diestafet kepada SA,” jelasnya.

Polisi kini mendalami kemungkinan adanya jaringan lebih luas yang beroperasi di Bali. Mengingat modus operandinya yang rapi dan melibatkan lebih dari satu orang, dugaan kuat sindikat ini sudah beberapa kali melancarkan aksinya di lokasi keramaian.

“Kami sedang mengembangkan kasus ini. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat. Kepada masyarakat, kami imbau agar selalu waspada, khususnya saat berada di tempat umum yang ramai,” tegasnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#pencurian #buleleng festival #telepon genggam