Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Bangli Hentikan Program Penuangan Eco Enzyme di Danau Batur, Lho Kok Bisa?

I Made Mertawan • Rabu, 3 September 2025 | 17:10 WIB

 

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menuangkan eco enzyme program gertak tahap pertama ke Danau Batur, Kintamani, Rabu 31 Mei 2023.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menuangkan eco enzyme program gertak tahap pertama ke Danau Batur, Kintamani, Rabu 31 Mei 2023.

BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli menghentikan program gerakan serentak (gertak) penuangan eco enzyme di Danau Batur, Kecamatan Kintamani.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya, Selasa (2/9/2025).

Ganda menyebut, sejak awal pelaksanaan pada 2023 hingga kini, sekitar 500 ton eco enzyme telah dituangkan ke danau terbesar di Bali tersebut.

Selain untuk memperbaiki kualitas air danau, program ini juga bertujuan memanfaatkan sisa buah dan sayur, yang memang menjadi bahan dasar eco enzyme.

Program gertak penuangan eco enzyme tidak dilanjutkan karena dianggap sudah cukup banyak eco enzyme yang dituangkan

"Untuk program lanjutan, sementara ini belum ada rencana,” jelas Ganda Wijaya.

Dalam pelaksanaan program gertak eco enzyme, Pemkab Bangli mewajibkan seluruh OPD, instansi vertikal, pemerintah desa, hingga sekolah untuk memproduksi eco enzyme.

Cairan hasil olahan itu kemudian dituangkan ke Danau Batur secara serentak dalam beberapa tahap. Penuangan terakhir berlangsung sekitar dua bulan lalu.

Program penuangan eco enzyme ini sempat mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Bahkan pada 2023, Pemkab Bangli memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah menuangkan 20 ton eco enzyme secara serentak sebagai upaya penyelamatan dan pengurangan pencemaran di Danau Batur.

Lalu, bagaimana kualitas air Danau Batur setelah dituangi ratusan ton eco enzyme?

Ganda menegaskan bahwa untuk memastikannya perlu ada uji laboratorium oleh pihak berwenang.

Namun, secara kasat mata kualitas air danau disebut sudah semakin membaik. “Kasat mata sudah becik (bagus),” jelas pejabat asal Lingkungan Tegal, Kelurahan Bebalang ini. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Danau Batur #Kintamani #bangli #Eco Enzyme