BALIEXPRESS.ID – Pecalang kini tak hanya bertugas menjaga keamanan di desa adat, tetapi juga kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan di luar adat, termasuk pengamanan aksi unjuk rasa hingga kantor DPRD Bali dan DPRD Denpasar.
Keterlibatan pecalang ini kembali terlihat saat pelaksanaan Gelar Agung di Monumen Bajra Sandhi, Renon, pada Senin (1/9).
Dalam momen tersebut, sempat muncul celetukan dari sejumlah pecalang yang menyinggung soal janji pemberian insentif.
Baca Juga: Surati Negara-negara Sababat, Koster Sebut Bali Sudah Clear
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, pecalang berharap agar janji insentif itu tidak hanya sebatas omongan.
Mereka menegaskan bahwa peran pecalang selama ini semakin luas dan tidak terbatas pada kegiatan adat saja.
Menanggapi hal itu, Gubernur Bali Wayan Koster memastikan bahwa pemerintah akan merealisasikan pemberian insentif pecalang pada tahun 2026.
Baca Juga: Direktur Utama BRI Hery Gunardi Ungkap Strategi Keberhasilan Peningkatan Dana Murah
Mekanisme penyalurannya, kata dia, akan dilakukan melalui desa adat.
"Insentif pecalang sedang dipikirkan. Tahun 2026 melalui desa adat," kata Koster saat menghadiri pembukaan CHANDI di The Meru Sanur, Rabu (3/9).(***)
Editor : Rika Riyanti