Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Travel Warning Sejumlah Negara, Asita Bali Pastikan Situasi di Pulau Dewata Kondusif

Rika Riyanti • Rabu, 3 September 2025 | 22:39 WIB

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali, Putu Winastra. Ist
Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali, Putu Winastra. Ist

 

BALIEXPRESS.ID – Sejumlah negara diketahui mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) bagi warganya yang tengah berada atau berencana berkunjung ke Indonesia menyusul aksi demonstrasi beberapa hari terakhir.

Negara-negara tersebut di antaranya Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Prancis, hingga Jepang.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali, I Putu Winastra, membenarkan adanya travel warning tersebut.

Baca Juga: Koster Janjikan Insentif untuk Pecalang Mulai 2026

Namun, menurutnya hal itu merupakan langkah standar yang biasanya dilakukan pemerintah suatu negara untuk melindungi warganya.

"Itu bukan berarti melarang. Travel warning itu sesuatu hal yang wajar, pemberitahuan terhadap situasi yang terjadi saat ini," katanya, Rabu (3/9).

Winastra menegaskan bahwa kondisi di Bali tetap kondusif.

Baca Juga: Rumah Warga di Sampalan Klod Dibobol Maling, Uang Tunai Rp6 Juta Raib

Ia juga menyampaikan hal tersebut kepada mitra travel agent di luar negeri yang menanyakan situasi terkini.

"Tadi pagi agent di Spanyol menanyakan, saya bilang kalau Bali aman," jelasnya. 

Ia pun berharap tidak ada informasi provokatif yang dapat mengganggu suasana di Bali.

Baca Juga: Direktur Utama BRI Hery Gunardi Ungkap Strategi Keberhasilan Peningkatan Dana Murah

Selain menjabat sebagai Ketua Asita Bali, Winastra juga merupakan Konsul Kehormatan Kazakhstan.

Ia menyebut hingga kini belum ada pertanyaan dari negara tersebut mengenai kondisi demo yang terjadi.

Menurutnya, minat wisatawan untuk datang ke Bali masih tinggi.

Sementara itu, pengamat pariwisata Prof. Dr. I Putu Anom, B.Sc., M.Par., mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas di Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.

Baca Juga: Bagaimana Peperangan Akan Diakhiri? Saksi-Saksi Yehuwa Adakan Kampanye Global untuk Menawarkan Solusi Kekerasan

Ia berharap penyampaian aspirasi masyarakat tetap dilakukan secara damai tanpa tindakan anarkis.

"Pihaknya mengajak masyarakat dari tatanan terbawah hingga atas bersama-sama menjaga kondusifitas di Bali. Menghindari demo yang anarkis untuk keberlangsungan sektor perekonomian Bali," ujarnya.

Menurut Anom, masalah yang dihadapi Bali sudah cukup kompleks, mulai dari persoalan sampah hingga kemacetan.

Baca Juga: Pedihnya Sri Mulyani: Lukisan Berusia 17 Tahun Ikut Dijarah, Simbol Harga Diri yang Dikoyak

"Persoalan di Bali saat ini sudah banyak, sampah, macet dan sebagainya. Apalagi kalau ada demo yang anarkis akan makin krodit," imbuhnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #demo #wisata #travel warning