Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

GEGER! Siswa SMP di Kuta Utara Disebut Ulah Pati Akibat Dibully, Begini Hasil Penelusuran Polisi

I Gede Paramasutha • Jumat, 5 September 2025 | 23:30 WIB
Telusuri: Polisi menelusuri fakta dugaan ulah pati siswa SMP 2 Kuta Utara. (Bali Express/Istimewa )
Telusuri: Polisi menelusuri fakta dugaan ulah pati siswa SMP 2 Kuta Utara. (Bali Express/Istimewa )

BALIEXPRESS.ID - Jagat maya dihebohkan dengan adanya seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kota Utara Badung, yang diduga ulah pati (meng*khiri h*dup), Senin (1/9). Pasalnya, pemicu tindakan itu disebut-sebut karena adanya pembulian.

Informasi tersebut salah satunya beredar melalui akun resmi anggota DPD RI Dr. Arya Wedakarna. Namun, hasil penelusuran dari kepolisian menunjukan fakta yang berbeda.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aipda Ni Nyoman Ayu Inastuti menerangkan, aksi ulah pati itu dilakukan oleh siswa laki-laki berinisial IMWAS, di rumahnya, sekitar pukul 18.00 WITA.  

"Yang pertama kali mengetahui adalah ibu korban sepulang dari bekerja," tuturnya, Jumat (5/9). Maka, Unit Intelkam Polsek Kuta Utara melaksanakan Pulbaket terhadap pihak sekolah.

Menurut keterangan Kepala Sekolah Ida Bagus Nyoman Segarayoga, pihaknya menerima informasi kejadian dari pihak keluarga pukul 23.00 WITA.

Kemudian ia langsung menuju Rumah sakit Mangusada. Ibu korban menjelaskan kepada kepala sekolah, bahwa IMWAS diduga g*ntung d*ri pada lubang loster pintu kamar.

Padahal, sebelumnya anak itu tidak pernah menyampaikan punya permasalahan serius.

Hanya saja, belakangan ini remaja tersebut terlihat lebih murung dan sering menyendiri. Keluarga juga menyampaikan bahwa remaja itu sesekali didapati bengong dan mengobrol sendiri tanpa ada lawan bicara yang diajak.

Dari pengamatan pihak sekolah, perilaku siswa kelas delapan ini dikenal baik di sekolah. "Korban tidak menunjukkan tanda-tanda depresi, serta aktif dalam kegiatan belajar. Tetapi, pribadinya memang agak pendiam," tambahnya.

Berbeda dengan kabar yang beredar yang menyebut IMWAS dibuli temannya karena mengadukan pelanggaran membawa motor ke petugas sidak, Kepala Sekolah menyampaikan ke polisi bahwa tidak adanya pembulian yang dialami korban di sekolah. 

Walaupun sebelumnya, memang pernah dilaksanakan kegiatan sidak terkait aturan larangan siswa tidak boleh menggunakan sepeda motor.

Itupun sudah disepakati oleh siswa dan orang tua siswa. Saat melaksanakan sidak/pemeriksaan pun, korban tidak ada melakukan pelanggaran dan anak itu masih sempat bercanda gurau dengan temannya. 

Dari pengecekan ponsel milik IMWAS, tidak ditemukan riwayat chat/pesan yang mengarah pada pembulian.

"Pihak keluarga (kakak korban) sempat menghubungi beberapa teman korban untuk menanyakan apakah korban ada mengalami pembulian di sekolah dan teman teman korban menjawab korban tidak pernah dibuli di sekolah," tambahnya.

Sehingga, kesimpulan yang diambil kepolisian, memang ada aksi ulahpati, tetapi penyebabnya bukan pembulian.

Pihak keluarga juga menyampaikan ke pihak sekolah bahwa sudah mengikhlaskan kepergian IMWAS, serta tidak melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke pihak berwajib. Prosesi pemakaman dilaksanakan pada Rabu (3/9), di Buleleng. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#smp #kuta utara #siswa #ulah pati