BALIEXPRESS.ID - Hari banyu pinaruh, Minggu (7/9) ribuan masyarakat memadati Tirta Taman Mumbul Pangelukatan Pancoran Solas, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal.
Warga yang datang untuk melukat pun tidak hanya berasal dari Desa Sangeh.
Bahkan antusias pamedek untuk mengikuti pangelukatan terlihat sejak dini hari.
Baca Juga: Terungkap Motif Pria Mamuju Curi 21 Bungkus Rokok di Toko Seminyak, Minta Air Hanya Modus
Manajer Pengelola Tirta Taman Mumbul Pangelukatan Pancoran Solas, Sangeh, I Gusti Ngurah Putu Buda pun membenarkan hal tersebut.
Ia memperkirakan ada lebih dari seribu orang yang datang untuk melukat.
“Di hari banyu pinaruh ini sudah dimulai sejak pukul 04.00 wita, pamedek sudah membludak,” ujar Buda.
Baca Juga: Koleksi Tujuh Emas, Muaythai Klungkung Kokoh di Puncak Porprov Bali XVI
Pihaknya menyebutkan, antusias masyarakt Hindu untuk melukat juga datang sejak sehari sebelumnya, yakni bertepatan pada Hari Saraswati.
Melihat antusiasme tersebut ia memperkirakan kondisi padat ini akan terjadi hingga malam hari.
“Pamedek mencapai ribuan. Karena sudah dari hari Saraswati mulai pagi hari sampai jam 12 malam sudah ada yang datang melukat. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga malam hari,” ungkapnya.
Baca Juga: Kebakaran Kios Pecel Lele Tewaskan Dua Orang, sang Cucu Lolos dari Maut
Kunjungan ke Tirta Taman Mumbul Pangelukatan Pancoran Solas, Sangeh terus mengalami peningkatan.
Utamanya saat adanya hari raya umat Hindu, seperti saat hari minggu, purnama, dan Banyu Pinaruh.
Bahkan antusias masyarakat untuk melukat sampai harus makemit di pura.
Sedangkan di hari biasa, wisatawan mancanegara juga sering berkunjung.
“Saya selaku pengelola mengucapkan terima kasih kepada para pamedek. Mohon maaf jika penyambutan pengelola ada yang kurang,” imbuhnya.
Salah seorang warga, Ni Hardani, mengaku baru pertama kali melukat di Taman Mumbul.
Dirinya merasa sangat nyaman dan tenang datang bersama keluarga.
Terlebih ia mengaku, lokasi pengelukatan cukup mudah dijangkau dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga