BALIEXPRESS.ID– Potongan video ceramah seorang pria yang diduga pendeta tengah viral di media sosial Bali setelah pernyataannya soal konsep ketuhanan dalam Agama Hindu menuai kontroversi.
Dalam video yang diunggah oleh Ketua Yayasan Jaringan Hindu Nusantara (JHN), Wayan Kantha Adnyana, pria tersebut menyebut Dewa Siwa sebagai “dewa perusak” dan mempertanyakan logika umat Hindu dalam menghaturkan sesajen.
Baca Juga: Jagad Maya Bali Heboh! Pria Diduga Pendeta Sebut Siwa Dewa Perusak dan Dewa Jahat
Video berdurasi singkat itu memuat isi khotbah yang menceritakan interaksi sang pendeta dengan seorang tetangganya yang beragama Hindu.
Ia mempertanyakan mengapa sesajen ditujukan kepada Dewa Siwa, bukan kepada Dewa Brahma atau Wisnu, yang menurutnya lebih “baik”.
Ia juga menyimpulkan bahwa tindakan umat Hindu tersebut didasarkan pada rasa takut, bukan cinta, serta membandingkannya dengan pandangan ketuhanan dalam agama yang dianutnya.
Pernyataan ini memicu kemarahan dan kekecewaan di kalangan netizen, terutama umat Hindu di Bali, yang menilai isi khotbah tersebut sebagai bentuk penistaan dan kesalahpahaman serius terhadap ajaran Hindu.
Baca Juga: Pemerintah Perluas Kuota Rumah Subsidi untuk Buruh: Bukti Nyata Perlindungan Pekerja
Menanggapi viralnya video tersebut, Wayan Kantha Adnyana mengajak semua pihak untuk menjaga kedamaian serta menghormati keberagaman keyakinan, khususnya di Bali yang dikenal dengan tradisi dan budaya Hindu yang kental.
"Semeton Hindu, dengan mendengar khotbah pendeta ini, kami sebagai umat perlu menanggapi. Dan bila dia masih di Bali, kami siap berdiskusi tentang konsep ketuhanan dalam Hindu," ujar Kantha dalam unggahannya dikutip pada Senin (08/09/2025).
Ia menilai bahwa setiap agama memiliki dasar keimanan dan cara pandang spiritual yang tidak bisa disamakan begitu saja.
Menurutnya, memaksakan perspektif agama tertentu kepada umat agama lain merupakan hal yang tidak bijak dan tidak mencerminkan semangat toleransi.
"Mereka punya keyakinan, kenapa harus menjelaskan keyakinan lain? Jelaslah, nggak nyambung," lanjutnya.
Baca Juga: Penegakan Hukum terhadap Judi Online: Pemerintah Tegas Tanpa Pandang Bulu
Lebih lanjut, Kantha juga menegaskan bahwa masyarakat Bali mencintai kedamaian dan tidak ingin keyakinan mereka diganggu.
"Kami cinta damai, jangan usik apa yang kami yakini. Ingat, Bali terkenal di dunia karena adat dan budaya yang dilandasi ajaran Hindu. Sekali lagi, kami undang Anda untuk berdiskusi secara damai," tegasnya.
Meski pernyataan dalam video tersebut dinilai menyinggung umat Hindu, Wayan Kantha tetap menekankan pentingnya dialog terbuka dan damai antarumat beragama.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pendeta dalam video tersebut.
Editor : Wiwin Meliana