Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kerap Jadi Lokasi Trek-Trekan, AWK Minta PKB Ditertibkan: Lanjut Bangun atau Jadi Sirkuit

Wiwin Meliana • Senin, 8 September 2025 | 14:56 WIB

Viral video terjadi kecelakaan maut di Jembatan Merah Klungkung
Viral video terjadi kecelakaan maut di Jembatan Merah Klungkung

BALIEXPRESS.ID-Sebuah kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan Jembatan Merah, yang terletak di area Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Insiden memilukan yang terjadi pada Minggu (7/9/2025) tersebut menewaskan seorang pria dan menyebabkan satu remaja lainnya dalam kondisi kritis.

Baca Juga: Ketua Yayasan JHN Tanggapi Khotbah Pendeta Soal Dewa Siwa Sebagai Perusak: Jangan Usik Apa yang Kami Yakini

Video kecelakaan tragis itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu gelombang keprihatinan serta kemarahan netizen.

Banyak yang menduga kecelakaan tersebut terkait dengan aktivitas balap liar atau kebut-kebutan (trek-trekan) yang kerap terjadi di lokasi tersebut.

Menurut unggahan akun Facebook Rajagila Bali, korban meninggal diduga adalah seorang pedagang di sekitar lokasi kejadian, sedangkan korban kritis merupakan remaja yang saat ini masih dirawat intensif.

Komentar dari warganet pun membanjiri unggahan video tersebut, beberapa menyerukan agar akses kendaraan bermotor ke jembatan ditutup, atau bahkan meminta pemerintah menindak tegas aktivitas ilegal yang sering terjadi di kawasan itu.

Baca Juga: Jagad Maya Bali Heboh! Pria Diduga Pendeta Sebut Siwa Dewa Perusak dan Dewa Jahat

"Tutup saja kalau begitu untuk kendaraan bermotor, dibuka hanya untuk sepeda dan pejalan kaki yg olahraga," tulis akun Putu Ardana.

Kejadian ini juga mendapat perhatian serius dari anggota DPD RI asal Bali, Dr. Arya Wedakarna (AWK). Dalam unggahan di media sosialnya, AWK menyampaikan niatnya untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.

“Siap-siap Klungkung, saya akan sidak. PKB itu aset daerah yang harus dipelihara,” tulis Arya dalam unggahannya.

AWK menilai bahwa kawasan Pusat Kebudayaan Bali tidak boleh dibiarkan dalam kondisi terbengkalai atau tidak terkelola dengan baik, karena hal tersebut justru memicu penggunaan yang tidak semestinya seperti ajang balap liar yang membahayakan masyarakat.

Ia pun menegaskan bahwa saat ini sudah waktunya pemerintah daerah dan provinsi membuat keputusan tegas.

Baca Juga: Pemerintah Perluas Kuota Rumah Subsidi untuk Buruh: Bukti Nyata Perlindungan Pekerja

“Pilihan cuma dua: 1) Lanjutkan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali atau 2) Jadikan sirkuit balap profesional untuk anak muda. Intinya, rakyat perlu kepastian,” ujarnya.

Tak hanya itu, AWK juga menandai akun Gubernur Bali, Wayan Koster dan meminta Polres Klungkung untuk mengamankan kawasan tersebut agar tidak kembali menelan korban jiwa.

“Sebelum itu harus diamankan dulu,” tegasnya sambil menyebut akun @polresklungkung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten Klungkung terkait insiden tersebut maupun rencana pengelolaan kawasan Jembatan Merah ke depan.

Editor : Wiwin Meliana
#kecelakaan #AWK #pusat kebudayaan bali #jembatan merah