BALIEXPRESS.ID – Media sosial Bali saat ini tengah diramaikan oleh sebuah potongan video yang diduga mengandung narasi penistaan terhadap Agama Hindu.
Video tersebut diunggah oleh Ketua Yayasan Jaringan Hindu Nusantara (YJHN), Wayan Kantha Adnyana, dan segera menjadi perbincangan luas.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Dua Bangunan di Pura Dalem Ubud, Kerugian Ditaksir Rp 1,7 Miliar
Dalam potongan video berdurasi singkat yang viral itu, terlihat seorang pria, diduga seorang pendeta, sedang memberikan ceramah kepada jamaah.
Ia bercerita tentang tetangganya yang beragama Hindu yang secara rutin menghaturkan sesajen.
Saat ia menanyakan kepada siapa sesajen itu ditujukan, sang ibu menjawab bahwa sesajen itu untuk Dewa Siwa, karenamenurutnya jinaklah Tuhan Siwa, namun bisa menjadi 'ngamuk' bila tidak dihormati.
"Kenapa ibu kasih kepada yang perusak... tidak kasih kepada Brahma atau Wisnu?" ucap pendeta itu dalam video.
Penjelasan tersebut kemudian diikuti dengan kesimpulan bahwa keyakinan yang didasarkan pada rasa takut—seperti yang dipaparkan—sangat berbeda dengan ajaran agama Kristen yang memahami Tuhan sebagai "Bapak".
Baca Juga: Lulus Cumlaude 3,5 Tahun, Atha Kini Bersiap Belajar di Inggris dengan Beasiswa Penuh
Menanggapi kontroversi tersebut, senator asal Bali Arya Wedakarna (AWK) menyatakan bahwa pihak DPD RI Bali akan memanggil pihak Bimas Agama Kristen dan Katolik se-Bali untuk menindaklanjuti situasi ini. Menurut AWK, peristiwa ini adalah ujian toleransi di Indonesia.
“DPD RI AWK akan panggil Bimas Agama Kristen dan Katolik se-Bali terkait dengan penanganan kasus dugaan penistaan agama Hindu yakni Dewa Siwa yg dilakukan oleh Pendeta Nasrani. Ujian toleransi Indonesia. ‘AWK Minta Stop Sentil Agama Lain!’” tulis AWK, dikutip pada Selasa (09/09/2025).
Video singkat ini memicu gelombang kecaman dari masyarakat Bali, terutama dari umat Hindu yang menilai isi ceramah tersebut melecehkan dan menafsirkan salah ajaran agama mereka. Banyak pengguna media sosial menyatakan bahwa video itu tidak pantas dan merendahkan salah satu Dewa utama Hindu.
Baca Juga: Soal Pernyataan Radikal Break, Adian Napitupulu: Ucapan Bung Rocky Terbukti
Arya Wedakarna menegaskan pentingnya dialog antar-agama dan menghormati keyakinan masing-masing. Ia menyerukan agar tidak ada sentilan yang menyudutkan agama lain dan setiap pernyataan rohani disampaikan dengan kehati-hatian dan rasa hormat.
Editor : Wiwin Meliana