BALIEXPRESS.ID – Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir.
Jika sebelumnya sempat bertahan di kisaran Rp1,8 juta per gram, kini harga emas sudah menembus angka Rp2 juta per gram.
Lonjakan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik dari kondisi perekonomian nasional maupun dinamika global.
Kepala Departemen Gadai Area Denpasar 1 Kantor Wilayah Bali, Gede Putra Ardana, menjelaskan bahwa harga emas saat ini bergerak di level tinggi.
“Untuk mas Antam saat ini sudah mencapai Rp2,14 juta per gram dan emas Galeri 24 sudah mencapai Rp2,04 per gram. Demikian untuk harga emas di aplikasi pegadaian menyentuh Rp1,97 juta per gram,” kata Gede Putra Ardana, Selasa (9/9).
Ia menilai kenaikan harga emas tak lepas dari situasi di dalam negeri.
Ketegangan akibat aksi demonstrasi membuat sebagian masyarakat mengamankan aset mereka ke instrumen yang lebih aman.
“Mereka akan memilih asset yang safe heaven seperti emas dibandingkan asset beresiko seperti saham,” ujarnya.
Deputy Pegadaian Area Denpasar, Ichwan Prasetya, menambahkan bahwa lonjakan harga emas dipengaruhi banyak faktor, terutama ketidakpastian ekonomi dan kondisi geopolitik global.
Inflasi tinggi, pelemahan nilai dolar, serta meningkatnya permintaan emas fisik di sejumlah negara juga menjadi pemicu.
“Adanya kekahwatiran investor terhadap kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi investasinya sehingga beralih ke investasi yang sifatnya save heaven,” terang Ichwan.
Menurutnya, faktor nasional memang turut berpengaruh, namun bukan yang paling dominan.
Ia juga mencatat bahwa kenaikan harga emas berdampak langsung terhadap aktivitas di Pegadaian.
“Cukup ada peningkatan. Baik itu untuk pembelian hingga gadai. Karena kalau harga emas naik, nilai jaminan kan naik. Jadi mereka akan menambah pengajuan kredit,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti