Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa BISA Ekspor: Jembrana Jadi Percontohan Ekspor Kakao Fermentasi

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 10 September 2025 | 14:32 WIB

Bupati Kembang Hartawan saat peluncuran Desa Bisa Ekspor, Selasa (9/9)
Bupati Kembang Hartawan saat peluncuran Desa Bisa Ekspor, Selasa (9/9)

BALINEXPRESS.ID– Program Desa BISA Ekspor resmi diluncurkan sebagai pengembangan dari program Desa Devisa yang digagas Kementerian Keuangan melalui LPEI sejak 2019. Program perdana di Desa Devisa Kakao Jembrana melibatkan 13 desa dengan 609 petani, di mana 14 persen di antaranya adalah perempuan. Produk unggulannya, kakao fermentasi, kini telah menembus pasar ekspor ke Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, Jepang, dan Australia.

Baca Juga: Gelagat Mencurigakan di Pelabuhan Gilimanuk, AR Ternyata Bawa Motor Curian

Peluncuran Desa BISA Ekspor ditandai dengan pelepasan ekspor simbolis dari tiga Desa Devisa binaan Indonesia Eximbank. Desa Devisa Kakao Jembrana melepas ekspor kakao fermentasi senilai Rp12,4 miliar ke Perancis, Selasa (9/9/2025) di Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya (KSS).

Acara ini dihadiri Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, didampingi Wamendes PDT Ahmad Riza Patria, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, dan Wabup IGN Patriana Krisna.

 Baca Juga: Puluhan Rumah dan Jalan di Jembrana Terendam Banjir, Hindari Jalur Ini!

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa Desa BISA Ekspor merupakan kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa, Kementerian Pertanian, Lembaga World Export Institute (LWEI), serta sektor swasta seperti Astra.

“Kita sudah memetakan ribuan desa di Indonesia, dan ada sekitar 700 desa yang siap ekspor. Desa yang sudah siap akan kami fasilitasi dengan pembeli internasional melalui perwakilan dagang di 33 negara. Sementara desa yang belum siap, akan kami bantu dengan pelatihan, pendampingan desain, dan standarisasi produk,” ungkap Budi Santoso. 

Ia menambahkan, kinerja ekspor Indonesia 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Target ekspor 7,1% telah tercapai bahkan lebih, dengan realisasi hingga Juli mencapai 8,03%, jauh di atas capaian tahun sebelumnya yang hanya 2,29%.

Menurutnya, Koperasi Kakao KSS Jembrana menjadi percontohan karena sukses dalam produksi dan pengelolaan komoditas kakao. Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi agar produk desa memiliki nilai tambah.

 Baca Juga: Desa BISA Ekspor: Jembrana Jadi Percontohan Ekspor Kakao Fermentasi

“Pasar global itu luas. Ada segmen bahan mentah, setengah jadi, hingga produk jadi. Kita akan dorong koperasi seperti KSS agar bisa masuk pasar produk jadi secara bertahap,” jelasnya.

Wamendes PDT Ahmad Riza Patria menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak.

“Kalau desa maju, Indonesia pasti maju. Kita punya potensi besar dari hasil pertanian, budaya, hingga inovasi kreatif. Pemerintah pusat akan terus mendukung, termasuk pembiayaan jika diperlukan,” katanya.

Ia juga menegaskan pesan Presiden RI Prabowo Subianto agar program desa dijalankan dengan prinsip 3T: Terbaik, Terbanyak, dan Tercepat.

 Baca Juga: Hujan Deras, Plafon Ruang Kelas SDN 6 Padangsambian Jebol

“Produk desa harus berkualitas terbaik, jumlah banyak, dan cepat masuk ke pasar. Ini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi desa, dan menyejahterakan masyarakat,” tambahnya.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wabup IGN Patriana Krisna menyatakan dukungannya terhadap masyarakat desa agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

“Dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta, harapannya Jembrana bisa menjadi pionir desa ekspor yang berdaya saing tinggi di pasar global,” tandas Bupati Kembang.*

Editor : Wiwin Meliana
#ekspor #kakao #jembrana