BALIEXPRESS.ID – Bencana banjir yang melanda Kota Denpasar pada Rabu pagi (10/9/2025) menyisakan duka mendalam.
Sejumlah rumah toko (ruko) di bantaran Tukad Badung, tepatnya di Jalan Sulawesi, roboh ke sungai akibat luapan air yang sangat deras.
Baca Juga: Banjir Terjang Klungkung, 60 KK Warga Banjar Pancingan Dievakuasi ke Bale Banjar dan Kantor Desa
Insiden tragis tersebut menyebabkan dua keluarga menjadi korban, dan hingga siang hari, tiga orang masih dilaporkan hilang.
Situasi ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Bali, I Wayan Koster, yang turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau kondisi lapangan.
Dalam keterangannya kepada awak media di lokasi, Gubernur Koster menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang menimpa warga Denpasar.
“Kami menerima informasi bahwa ada empat korban yang masih dalam pencarian. Proses evakuasi masih terus dilakukan bersama BPBD, tim SAR, dan aparat kepolisian,” ujarnya.
Koster juga meminta agar masyarakat tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir atau dekat bantaran sungai.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah, Gubernur Koster menyatakan akan memberikan santunan bagi korban jiwa akibat bencana tersebut.
“Apabila ada korban meninggal dunia, kami sudah siapkan santunan sebesar Rp 15 juta untuk masing-masing keluarga korban,” tegasnya.
Langkah ini diambil untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi darurat.
Dua ruko yang roboh diketahui milik Toko Centrum dan Toko Taslim, yang masing-masing dihuni oleh satu keluarga. Dari ruko Centrum, empat orang menjadi korban: Maimunah (75), Nadira (47), Muis (50), dan Khusay (23). Sementara dari ruko Taslim, dua orang korban adalah Taslim (54) dan Farwah (30).
Baca Juga: UPDATE Bencana di Bali: Tukad Badung Meluap, Ruko Roboh, 2 Keluarga Jadi Korban, 3 Orang Hilang
Sejauh ini, tiga korban sudah ditemukan, meski belum dipastikan kondisi kesehatannya. Maimunah dan dua korban dari ruko Taslim masih dinyatakan hilang. Beberapa korban dievakuasi ke RS Wangaya dan RS Balimed.
Editor : Wiwin Meliana