Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Banjir Tewaskan 3 Orang di Denpasar, Begini Langkah-Langkah Gubernur dan Walikota

I Gede Paramasutha • Rabu, 10 September 2025 | 19:59 WIB

BALIEXPRESS.ID– Curah hujan ekstrem yang mengguyur Kota Denpasar sejak Selasa malam hingga Rabu (10/9) dini hari memicu banjir besar di sejumlah titik. Tukad Badung yang melintasi jantung kota meluap hebat, menyeret sampah, menghantam bangunan, hingga menimbulkan korban jiwa.

Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia, dua orang masih hilang, dan ratusan pedagang di Pasar Badung dan Kumbasari mengalami kerugian akibat barang dagangan mereka rusak maupun hanyut.

 Baca Juga: Banjir di Pasar Pengosari-Kerobokan, Ketinggian Air Capai 4 Meter

Salah satu peristiwa memilukan terjadi di Jalan Sulawesi, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat.

Sebuah rumah toko milik warga roboh ke sungai dan menimpa enam orang. Beberapa korban telah ditemukan, sementara yang lain masih dalam pencarian tim SAR.

Melihat langsung dampak bencana, Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Walikota Denpasar IGN Jaya Negara turun ke lapangan, meninjau area paling parah seperti Pasar Kumbasari.

Tembok pembatas bantaran sungai di kawasan ini roboh, basement pasar terendam air, dan tumpukan sampah menyumbat aliran sungai.

 Baca Juga: Karangasem Diterjang Banjir dan Longsor, Sejumlah Rumah dan Kendaraan Terendam

“Langkah pertama, menyelamatkan para pedagang dulu. Astungkara secara umum bisa diselamatkan,” kata Koster.

Menurutnya, sekitar 200 pedagang Pasar Kumbasari kehilangan barang dagangan. Seluruh kerugian akan diganti menggunakan dana gabungan dari APBD Provinsi Bali dan Kota Denpasar.

“Barang yang hanyut, rusak, maupun bangunan yang roboh akan diganti rugi. Saya minta Walikota menghitung semua agar pedagang bisa segera berjualan lagi setelah kondisi kondusif,” ujarnya.

Selain pemulihan ekonomi warga, Koster juga menekankan upaya pembersihan pascabencana. Ia meminta TNI, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut, bersama Pemkot Denpasar segera mengangkut timbunan sampah yang menutupi aliran sungai.

 “Sampah ini harus dibersihkan tuntas agar banjir tidak terulang. Sampah kan banyak, tidak tahu dari mana, bisa dari masyarakat maupun pedagang,” tegasnya.

 Baca Juga: Banjir Melanda Melaya Jembrana, Belasan Rumah Warga Tergenang dan Tembok Pagar Roboh

Koster juga memetakan ada 43 titik banjir di Denpasar, dengan dua kawasan terparah di bantaran Tukad Badung—yakni Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak. “Curah hujan sangat tinggi selama sehari penuh, itu yang membuat Tukad Badung meluap hebat,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menyebutkan data sementara korban jiwa akibat banjir di wilayahnya. “Ada satu korban meninggal di RS Wangaya usia 71 tahun, serta dua orang ditemukan di Taman Pancingan. Yang hilang ada dua orang, sekarang masih dalam pencarian,” jelasnya.

Menurut Jaya Negara, Pemkot Denpasar langsung menyiapkan sejumlah langkah darurat.

“Prioritas pertama mencari korban yang hilang, kemudian membersihkan wilayah terdampak, serta mendata kerugian pedagang dan warga,” katanya. Pihaknya juga menyiapkan posko pengungsian di beberapa titik, antara lain di Kertalangu dan Padangsambian Kaja, dengan dukungan kebutuhan makan dan layanan kesehatan.

 Baca Juga: Banjir Melanda Melaya Jembrana, Belasan Rumah Warga Tergenang dan Tembok Pagar Roboh

Ia menambahkan, ada tujuh wilayah terdampak paling parah, meliputi Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Sidakarya, Panjer, dan Pemogan. Di beberapa lokasi, ketinggian banjir bahkan hampir mencapai plafon rumah.

“Saya seumur hidup baru lihat banjir separah ini. Air meluap begitu cepat, sampai ada warga yang harus menaruh anaknya di atas plafon untuk menyelamatkan diri,” ucapnya.

Walikota juga memastikan tidak ada pungutan retribusi pasar di tengah bencana ini.

“Distribusi tetap berjalan, tapi retribusi kita hentikan. Pedagang sedang terkena musibah, kita harus bantu, bukan membebani,” tegasnya.

 Baca Juga: Gubernur Koster Turun ke TKP Ruko Roboh di Denpasar, Siapkan Santunan untuk Korban

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi korban dan pembersihan material banjir masih berlangsung. Pemkot Denpasar bersama Pemerintah Provinsi Bali berencana menetapkan status darurat bencana untuk mempercepat penanganan dan pencairan anggaran darurat. (ges)

Editor : Wiwin Meliana
#gubernur #tewas #ruko roboh #Walikota Denpasar #banjir