BALIEXPRESS.ID – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Bali sejak Selasa (9/9) malam menyebabkan gangguan serius pada jaringan listrik di sejumlah wilayah.
Tiang listrik roboh, gardu terendam, dan kabel terputus membuat pasokan listrik untuk puluhan ribu pelanggan terhenti.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali langsung mengerahkan tim di lapangan untuk mempercepat proses pemulihan.
Baca Juga: Pedagang Pasar Kumbasari Ceritakan Detik-Detik Banjir Melanda
Upaya ini dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat, lingkungan, serta keamanan petugas saat bekerja.
Hingga Rabu (10/9) pukul 10.00 WITA, Bali Selatan menjadi wilayah dengan dampak terberat, meliputi Denpasar, Sanur, Kuta, hingga Tabanan.
Proses pemulihan di kawasan ini baru mencapai sekitar 40 persen karena akses perbaikan masih terhambat genangan banjir.
Baca Juga: Banjir Tewaskan 3 Orang di Denpasar, Begini Langkah-Langkah Gubernur dan Walikota
Sementara di Bali Timur, khususnya Gianyar, gangguan dipicu oleh longsor dan banjir yang merobohkan sejumlah tiang listrik.
Meski demikian, tingkat pemulihan sudah mencapai 99 persen.
Adapun di Bali Utara, meliputi Jembrana, Gilimanuk, dan Singaraja, pemulihan telah berjalan hingga 98 persen sehingga sebagian besar pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik.
Baca Juga: Banjir Terjang Klungkung, 60 KK Warga Banjar Pancingan Dievakuasi ke Bale Banjar dan Kantor Desa
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan listrik.
“Kami memahami kesulitan yang dialami warga, terlebih di saat umat Hindu di Bali tengah merayakan Hari Raya Pagerwesi. Tim PLN bekerja siang dan malam agar pasokan listrik segera pulih. Prioritas kami adalah memastikan layanan di fasilitas vital seperti rumah sakit dan bandara tetap terjaga, kemudian menyala bertahap ke pelanggan lainnya,” kata Eric Rossi.
Sebelumnya, BMKG Bali sudah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di hampir seluruh wilayah.
Baca Juga: Periksa Mobil Mogok Berujung Tragis, Sopir Tewas Ditabrak Pemotor Kencang
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir dan longsor.
Sejumlah warga bahkan melaporkan kondisi banjir yang mengganggu jaringan listrik, terutama di Denpasar, Tabanan, dan Kuta.
PLN UID Bali juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap bahaya listrik di tengah banjir.
Baca Juga: Sadis! Ketua Serikat Pekerja Transportasi Dibunuh saat Tidur, Motifnya Sakit Hati
Warga diminta segera memutus aliran listrik dari kWh meter atau MCB jika air masuk ke rumah, tidak menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah, menggunakan penerangan darurat yang aman, serta melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.(***)
Editor : Rika Riyanti