BALIEXPRESS.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Klungkung kembali berdampak pada infrastruktur di pesisir. Dua bangunan di sekitar hilir Sungai Candigara, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, ambrol hingga 90 persen.
Bangunan yang rusak parah di antaranya gudang atau pondok nelayan Putra Taman yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan mesin perahu dan jaring. Ironisnya, bangunan berukuran sekitar 4 x 8 meter ini baru saja direnovasi kurang dari setahun lalu.
“Bangunan ini ditabrak aliran sungai yang cukup deras. Beberapa jaring nelayan ikut hanyut karena kejadian ini terlambat diketahui warga. Untungnya, mesin perahu yang terkena air masih bisa diselamatkan,” ungkap anggota DPRD Klungkung asal Desa Kusamba, I Nyoman Alit Sudiana, Rabu (10/9/2025).
Selain itu, bangunan gudang barang milik Desa Adat Kusamba yang digunakan untuk penyimpanan barang penyeberangan ke Lembongan dan Ceningan juga mengalami kerusakan. Dinding barat gudang tersebut roboh akibat tergerus aliran sungai.
Menurut Alit Sudiana, sekitar 15 nelayan terdampak langsung akibat peristiwa ini. Ia memperkirakan kerugian mencapai Rp25 juta untuk bangunan, ditambah dengan kerusakan mesin dan hanyutnya jaring nelayan. Sehingga diprediksi kerugian mencapai Rp75 Juta.
Melihat kondisi tersebut, Alit Sudiana mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR, Dinas Sosial, dan Dinas Perikanan. Ia berharap pemerintah segera mencarikan anggaran untuk memperbaiki bangunan sekaligus menata aliran sungai agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Aliran sungai Candigara sekarang berkelok-kelok dan semakin sempit, sehingga tidak lancar. Kami minta PUPR turun langsung melakukan survei dan mempelajari aliran sungai ini. Kalau dibiarkan, ya kondisinya akan semakin parah,” tegasnya.
Alit juga merekomendasikan agar bantaran sungai di sebelah timur segera dibuat senderan yang lebih kuat, sehingga aliran sungai tetap lancar dan tidak lagi mengancam fasilitas nelayan maupun bangunan desa adat. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana