BALIEXPRESS.ID - Hujan deras yang terjadi sejak Selasa (9/9) menyebabkan banjir di Pasar Kerobokan dan Pasar Pengosari, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara.
Banjir yang terjadi Rabu (10/9) dini hari menyebabkan seluruh bangunan pasar terendam air.
Bahkan ada dua buah mobil yang terseret arus, naas ada dua orang dalam satu mobil.
Baca Juga: Ketua DPRD Klungkung Imbau Warga Waspada Pasca Banjir di Kusamba
Dari hasil pencarian satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Camat Kuta Utara, Putu Eka Permana mengatakan, banjir pertama diketahui sekitar pukul 04.00 Wita.
Ketinggian air mulai surut sekitar pukul 08.00 wita setelah trotoar di depan Koperasi Tri Tunggal Tuka Cabang Kerobokan.
Baca Juga: Dahsyatnya Banjir di Bantaran Tukad Badung: 5 Orang Ditemukan Tewas, 2 Pedagang Masih Hilang
Namun jebolnya trotoar dan saluran di bawahnya ini ikut menyeret sebuah mobil yang terparkir.
“Sekitar pukul 08.00 Wita turun airnya, akibat adanya jebol di depan koperasi, ada mobil koperasi jatuh karena terparkir disana,” ucap Eka Permana.
Ia menyebutkan, banjir ini berasal dari air kiriman di Sungai atau Tukad Yeh Poh.
Baca Juga: Aliran Sungai Candigara Mengganas, Bangunan Nelayan Kusamba Ambrol, Kerugian Capai Puluhan Juta
Banjir pun menggenangi sejumlah rumah di bantaran sungai dari Kerobokan hingga Dalung.
“Informasi yang kami terima, ada bendungan atau tanggul yang jebol. Itu kemungkinan penyebab banjir di wilayah selatan, terutama di Gadon dan seputaran Kerobokan,” jelasnya.
Selain itu banjir juga menyebabkan dua orang terseret arus.
Keduanya berada di dalam sebuah mobil yang diduga menuju Pasar Pengosari.
Beruntung satu orang berhasil selamat setelah keluar dari mobil dan ditemukan di aliran sungai Yeh Poh.
“Mobil yang terseret berisi pasangan suami-istri. Bapaknya, Jumayedi, ditemukan tersangkut di Sungai Yeh Poh,”!ungkapnya.
Eka Permana menambahkan, tim gabungan bersama warga sekitar kemudian kembali melanjutkan pencarian korban.
Sekitar pukul 11.30 wita korban kedua berhasil ditemukan, namun telah dalam keadaan meninggal dunia.
“Bu Endang, yang sudah ditemukan meninggal terseret arus hingga ke Sungai Klecung, Kerobokan Kelod,” imbuhnya.
Setelah ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke RSD Mangusada menunggunakan ambulance dari PMI Badung.
Sementara Jumayedi yang selamat telah lebih awal dilarikan ke Puskesmas Kuta Utara.
Identitas korban yang meninggal, yakni Endang Cahyani Ayu, 43 tahun.
Almarhum beralamat di Dusun sumurwati RT 007 RW 002, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga