Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hendak Antar Kue, Mobil Pasutri Terseret Banjir di Pasar Pengosari, Istri Ditemukan Tewas

I Gede Paramasutha • Kamis, 11 September 2025 | 00:49 WIB
Evakuasi: jenazah korban Endang Cahyaning Ayu dievakuasi petugas ke RS Mangusada. (Bali Express/Istimewa)
Evakuasi: jenazah korban Endang Cahyaning Ayu dievakuasi petugas ke RS Mangusada. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID – Banjir besar yang melanda wilayah Kuta Utara menelan korban jiwa. Sebuah mobil Daihatsu Sigra putih dengan nomor polisi 1920 PG terseret derasnya arus, hingga terperosok di Got, Jalan Utama Pasar Pengosari, Desa Adat Kerobokan, Rabu (10/9).

Di dalam mobil tersebut terdapat pasangan suami istri. Sang suami Jumaali, 59, berhasil selamat, namun istrinya, Endang Cahyaning Ayu, 42, ditemukan tewas setelah hanyut terbawa arus banjir di Pasar Pengosari.

Jenazah Endang ditemukan di proyek pembangunan villa di Banjar Kelencung, Kelurahan Kerobokan Kelod, sekitar pukul 09.30 Wita.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol Ketut Agus Pasek Sudina, membenarkan penemuan mayat tersebut.

“Korban adalah pengendara mobil Sigra yang jatuh ke sungai di Pasar Pengosari,” terangnya.

Menurut kesaksian pekerja proyek villa bernama Eko Zaenuri, 43, ia melihat air besar masuk ke lokasi pembangunan sekitar pukul 07.30 Wita.

Saat memeriksa pagar yang roboh, ia kaget melihat tubuh seorang perempuan.Tubuhnya tersangkut dan tertimpa reruntuhan tembok villa yang roboh akibat terjangan banjir.

“Saksi langsung lapor polisi yang berjaga di Pos Semer, Kerobokan. Setelah dicek, memang benar ada korban tertimpa reruntuhan tembok," katanya.

Sementara itu, menurut keterangan anak korban bernama Aris Ali Nguroho, 19, kepada polisi, ayah dan ibunya awalnya berangkat untuk mengantarkan kue ke pasar dan warung-warung yang sudah jadi langganan, pukuk 03.00 WITA.

Namun sekitar pukul 04.10 WITA sebelum kejadian, sang ibu sempat menelepon dan memberitahukan situasi sulit yang dialami.

“Korban mengatakan kepada anaknya bahwa dia terjebak banjir. Tidak lama HP-nya mati dan tidak bisa dihubungi lagi,” tandasnya.

Anak itu pun mencoba kembali menghubungi Endang sekitar pukul 06.00 WITA, akan tetapi tak ada tanggapan. Belakangan ia baru tahu bahwa mobil yang ditumpangi sang ayah dan ibu telah terseret arus banjir.

Ayahnya berhasil diselamatkan warga dan sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Kerobokan, lalu dievakuasi ke Rs Garba Med. Namun nasib berbeda menimpa sang ibu.

Aris mendapat kabar bahwa ada penemuan mayat di proyek villa kawasan Banjar Kelencung, Kelurahan Kerobokan Kelod. Setelah dilihat ke lokasi, ternyata korban adalah ibunya.

"Dari hasil pemeriksaan, korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana, rambut sebahu, serta posisi tubuh tertelungkup. Diduga kuat tubuhnya terhempas dari mobil saat terbawa arus deras," terangnya.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi oleh petugas Polsek Kuta Utara bersama relawan PMI Badung ke RS Mangusada. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#Pasar Pengosari #tewas #banjir #istri