BALIEXPRESS.ID – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Nyoman Sidakarya, S.H., memastikan seluruh wisatawan asing (WNA) yang terdampak banjir di Bali sudah berhasil dievakuasi dengan selamat.
Para WNA langsung dipulangkan menuju bandara setelah evakuasi.
Demikian disampaikannya saat diwawancara usai mengikuti rapat koordinasi banjir di Provinsi Bali bersama BNPB, di Kerta Sabha, Rabu (10/9) malam.
“WNA semua terevakuasi ya, tadi langsung evakuasi, langsung check out, langsung pulang ya, langsung diantar oleh dari travel agennya, untuk langsung ke bandara itu,” kata Sidakarya.
Baca Juga: Bukan Hanya Hujan, Ini Penyebab Basement Sejumlah Gedung Puspem Badung Kebanjiran
Ia menambahkan, evakuasi sebagian besar dilakukan dari villa yang terdampak banjir.
“Di Villa, ya kebanyakan di Villa,” ujarnya.
Sidakarya memastikan tidak ada permintaan evakuasi dari objek wisata.
Meski seluruh WNA sudah dipastikan aman, pencarian terhadap warga lokal masih terus dilakukan.
Baca Juga: Jaya Negara Tetapkan Status Denpasar Tanggap Darurat Banjir
Sidakarya menyebut hingga sore, ada enam orang yang dilaporkan belum ditemukan.
“Tadi sesuai dengan laporan Pak Danrem, itu kan 4 orang yang belum ketemu. Tapi dari Basarnas tadi sore, update itu lagi orang 6 orang belum ketemu. Ada laporan dari pihak keluarga, yaitu dari Cokrominoto Denpasar Utara,” jelasnya.
Ia menuturkan, koordinasi terus dilakukan melalui rapat yang dipimpin langsung Gubernur Bali untuk memastikan data korban yang meninggal maupun masih hilang.
“Mudah-mudahan di sekarang ini ada rakor, rapat koordinasi langsung dimimpin oleh Pak Gubernur, dapat update terkait dengan data ya, data korban yang meninggal, korban masih dalam pencarian, supaya jelas apa yang harus kita lakukan untuk pekerjaan besok dengan tim sar gabungan,” kata Sidakarya.
Pencarian besok akan difokuskan di sejumlah titik, seperti Jalan Cokrominoto dan Jalan Hasanudin, mulai pukul 06.00 Wita.
“Lebih cepat, lebih bagus, kita mengerahkan mereka dengan tim SAR Gabungan yang akan kita kerjakan besok pagi,” jelasnya.
Dalam operasi itu, Basarnas juga akan melibatkan anjing pelacak.
Baca Juga: Tukad Mati Meluap, Underpass Simpang Dewa Ruci Lumpuh
“Kita akan terus menggali ya, terus menggali, kita akan bersama dengan sardok, dan lain-lain ya, juga dengan itu, dengan sabara brimob, bahkan mengeluarkan juga dengan anjing pelacaknya juga besok. Ya mudah-mudahan apa yang kita laksanakan, apa yang kita lakukan, kita akan membuahkan hasil besok dalam pencarian,” katanya.
Berdasarkan data Basarnas, total korban banjir di Bali mencapai 11 orang.
Dari jumlah tersebut, lima orang meninggal dunia dan enam lainnya masih dalam pencarian.
“Kalau yang meninggal, yang di Denpasar ada 3 orang, Jemberana 2 yang belum ketemu adalah 6. Artinya 11 korban yang meninggal 5 dan 6 masih dalam pencarian. Itu dari Denpasar sama Jembrana saja,” ungkapnya.
Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem di Bangli: Pura dan Jalan Rusak, Tersebar di Tiga Kecamatan
Sementara itu, dua korban di Gianyar sudah ditemukan seluruhnya.
“Kalau daerah Gianyar, tadi kan dilapor oleh Danrem, itu jumlahnya 2 orang ya. Sudah ketemu semua, iya,” tambahnya.(***)
Editor : Rika Riyanti