Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Forum Perbekel Kintamani Datangi DPRD Bangli, Sampaikan Empat Aspirasi

I Made Mertawan • Jumat, 12 September 2025 | 04:51 WIB
Forum Komunikasi (Forkom) Perbekel Kecamatan Kintamani mendatangi DPRD Bangli pada Kamis (11/9/2025).
Forum Komunikasi (Forkom) Perbekel Kecamatan Kintamani mendatangi DPRD Bangli pada Kamis (11/9/2025).

BALIEXPRESS.ID- Sekitar 26 perbekel yang tergabung dalam Forum Komunikasi (Forkom) Perbekel Kecamatan Kintamani mendatangi DPRD Bangli pada Kamis (11/9/2025).

Mereka diterima oleh Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika, didampingi Wakil Ketua Komang Carles serta sejumlah anggota dewan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, ada empat aspirasi utama yang disampaikan para perbekel.

Salah satunya terkait pemangkasan alokasi dana desa (ADD) tahun 2025 sebesar Rp15 miliar.

Awalnya, Pemkab Bangli menganggarkan ADD Rp86,03 miliar untuk 68 desa di Kabupaten Bangli, namun kemudian dipangkas menjadi Rp71 miliar.  

Pemangkasan ini menyusul terbitnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD.

Para perbekel menilai ADD yang dipangkas terlalu besar dan berdampak pada sejumlah kegiatan rutin di desa, seperti dana sosial, biaya bahan bakar perangkat desa, hingga program lain.

“Formulasi ADD jangan sampai dipotong Rp15 miliar. Maksimal Rp8 milar sampai Rp11 miliar,” harap Sekretaris Forkom Perbekel Kecamatan Kintamani, I Ketut Dhana Bratha.

Selain soal ADD, aspirasi lain juga disampaikan terkait tidak terealisasinya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk masing-masing banjar adat sebesar Rp10 juta pada tahun 2024.

Hingga kini, bantuan itu juga belum cair untuk tahun 2025, meski sudah ada jawaban bahwa prosesnya masih berjalan.

Para perbekel berharap dana tersebut tetap dianggarkan pada 2026.

Aspirasi ketiga menyangkut pelayanan kebutuhan dasar air bersih di tiga desa di Kintamani, yakni Subaya, Kutuh, dan Siakin.

Mereka juga meminta pemerintah segera turun tangan menyelesaikan konflik air dengan desa tetangga di Kabupaten Buleleng.

Sementara aspirasi keempat adalah dukungan agar anggota dewan kembali mendatangkan dana reses untuk kegiatan masyarakat.

Dhana Bratha menegaskan, para perbekel kerap mendapat pertanyaan dari masyarakat soal dana reses dewan.

Padahal, dana tersebut sebelumnya sangat membantu masyarakat.

“Masyarakat bertanya kenapa DPRD tidak membawa dana reses. Kami tidak bisa menjawab,” tegas Perbekel Awan ini.

Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika memastikan menampung aspirasi perbekel tersebut. Pihaknya akan berjuang maksimal.

Tak kalah penting, perbekel juga diharapkan bersama-sama menyampaikan aspirasi tersebut ke bupati.  (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Kintamani #dprd bangli #forum perbekel