Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BPBD Tabanan Catat 33 Titik Bencana Akibat Hujan Dua Hari, Kerugian Capai Rp1 Miliar

IGA Kusuma Yoni • Jumat, 12 September 2025 | 17:10 WIB
Salah satu kawasan yang paling parah terdampak banjir, yakni di Perumahan Lembah Sanggulan, Tabanan.
Salah satu kawasan yang paling parah terdampak banjir, yakni di Perumahan Lembah Sanggulan, Tabanan.

BALIEXPRESS.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, Bali, mencatat sedikitnya terdapat 33 titik bencana akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan pada hari Selasa-Rabu lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, saat dikonfirmasi Kamis (11/9/2025), menjelaskan ada beberapa kategori bencana yang terjadi di kabupaten Tabanan selama dua hari terakhir, yakni banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

“Bencana terjadi hampir merata di sepuluh kecamatan di Tabanan, hingga Rabu pukul 19.00 Wita, ada sekitar 33 titik bencana dengan estimasi kerugian mencapai Rp 1,04 miliar. Namun ini masih dinamis dan kemungkinan akan ada laporan lagi,” jelasnya.

Meski kerugian yang disebabkan oleh bencana cukup besar, namun Srinadha Giri memastikan jika di Kabupaten Tabanan tidak ada korban jiwa akibat bencana yang terjadi.

Ada beberapa kawasan disebutkan Srinadha Giri yang mengalami kerusakan cukup parah, di antaranya di Perumahan Lembah Sanggulan, Kediri, di mana beberapa bangunan ambles diterjang banjir.

Selanjutnya di Banjar Bongan Jawa, Desa Bongan, dapur rumah warga hanyut dan senderan setra Banjar Bongan Lebah, ambles.

Untuk penanganan bencana yang dilakukan, Srinadha Giri menyebutkan jika penanganan di beberapa lokasi akan menggunakan alat berat.

Hal ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana, seperti pembersihan material tanah longsor di Setra Gandhamayu Kota Tabanan yang menutupi akses jalan menuju Kota untuk dan Perumahan Lembah Sanggulan.

“Untuk evakuasi di Sanggulan kami rencanakan pada hari Sabtu ini, karena alat berat sudah siap digunakan,” terangnya.

Sementara itu, warga juga ikut membantu penanganan longsor di jalur Desa Sudimara menuju Desa Bengkel dengan menyediakan alat berat.

Ia menegaskan penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD, melainkan membutuhkan peran serta masyarakat, TNI, dan Polri.

Saat ini proses pembersihan sudah dilakukan di beberapa titik dan akan terus dilanjutkan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi cuaca buruk dan bencana masih mungkin terjadi, meski BMKG menyebut siklus cuaca ekstrem mulai mereda.

“Cuaca dan bencana tidak bisa dipastikan. Angin kencang dan hujan deras bisa saja terjadi sewaktu-waktu maka kami imbau masyarakat tetap waspada,” tambahnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bencana #banjir #tabanan