BALIEXPRESS.ID – Aroma lumpur masih menyengat di sepanjang bantaran Tukad Badung, Jalan Sulawesi, Denpasar Barat. Di tengah reruntuhan ruko yang hancur digulung banjir, Tim SAR akhirnya menemukan sosok yang selama dua hari terakhir dicari, Maimunah, 76, Kamis (11/9).
Tubuh renta nenek itu ditemukan terhimpit puing-puing bangunan ruko New Centrum yang ambruk pada Rabu (10/3) lalu. Petugas gabungan butuh waktu berjam-jam membongkar tumpukan beton dan kayu.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan hal itu. "Benar, jenazah Maimunah sudah ditemukan di TKP ruko yang roboh," terangnya, dikonfirmasi pada Jumat (12/9).
Berikutnya, jenazah nenek tersebut bisa dievakuasi dan dibawa ke RS Prof. Ngoerah Sanglah.
Penemuan Maimunah menambah daftar korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang melanda Denpasar pada Rabu (10/9).
Hingga Kamis (11/9) pukul 22.00 Wita, jumlah korban tewas tercatat menjadi 11 orang. "Para korban meninggal memiliki latar belakang beragam, dari ibu rumah tangga, pedagang, mahasiswa, hingga lansia yang tak sempat menyelamatkan diri," tandasnya.
Korban ditemukan 10 September 2025 adalah, Nadira, 47, anak dari Maimunah sekaligus korban ruko ambruk di Jalan Sulawesi, yang ditemukan di Dam Tanah Kilap. Rio, 20,, warga Monang-Maning, ditemukan di Beji Gang Anggrek, Ubung.
Ni Wayan Lenyod alias Ibu Kopling, 56, Pedagang Pasar Kumbasari asal Serangan, yang jenazahnya ditemukan di aliran Sungai Taman Pancing, Denpasar Selatan.
Ni Ketut Sari alias Dadong Belong, 70, juga pedagang pasar asal Jalan Kerta Pura, ditemukan di Sungai Taman Pancing, Pemogan.
Kemudian, korban ditemukan 11 September 2025, yakni Pedagang Pasar Kumbasari bernama Ni Ketut Merta, 63, warga Jalan Gunung Agung, Denpasar, yang ditemukan di Muara Tukad Badung.
Pedagang Pasar Nyoman Sari alias Deloh, 70, warga Jalan A Yani, ditemukan di Dam Tanah Kilap.
Ni Wayan Werni, 58, warga Peguyangan, ditemukan di Dam Tanah Kilap. Tasnim, 43, pemilik ruko Tasnim yang ambruk di Jalan Sulawesi, ditemukan di Dam Tanah Kilap.
Anak Tasnim, Farwa Husein, 32, juga ditemukan di Dam Tanah Kilap. Yang terbaru ditemukan, Maimunah, 76, serta adapula nenek bernama Ni Wayan Puspa, 82, yang ditemukan di rumahnya, Jalan Kartini, karena terjebak saat banjir melanda.
Selain korban tewas, delapan orang tercatat mengalami luka ringan akibat terhantam benda keras, lecet, dan trauma.
Mereka kini sudah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat perawatan medis singkat.
Namun, dua orang masih dalam pencarian hingga Jumat (12/9) pagi, yaitu Suwandi, 64, wiraswasta, warga Ubung Kaja, dan Made Suwitri, 43, warga Serangan.
Sejak hari pertama, operasi SAR terus dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan 208 personel gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, relawan, hingga kelompok nelayan lokal.
Dengan bantuan satu ekskavator, delapan kano, lima ambulans, drone thermal, serta alat berat lainnya, tim berupaya menjangkau titik-titik sulit di bantaran Tukad Badung.
Meski begitu, kondisi lapangan masih menjadi tantangan. "Sungai yang keruh, puing beton yang menumpuk, serta sampah yang menyumbat aliran air menghambat proses evakuasi," pungkasnya. (*)
Editor : I Gede Paramasutha