BALIEXPRESS.ID – Upaya menekan kasus rabies di Bali terus digencarkan.
Unit V Subdit II Direktorat Intelkam Polda Bali menggandeng Yayasan Sintesia Animalia Indonesia untuk mengoptimalkan sosialisasi sekaligus vaksinasi hewan penular rabies.
Kerja sama ini mendapat sambutan positif dari Ketua Yayasan Sintesia Animalia Indonesia, Jovand Imanuel Calvary. Ia menegaskan komitmen yayasan yang berbasis di Jalan Kebudayaan No. 10, Sidakarya, Denpasar Selatan, tersebut untuk berkontribusi dalam perlindungan dan kesejahteraan hewan, khususnya di Bali.
“Rabies masih menjadi persoalan serius di Bali. Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) menunjukkan peningkatan, bahkan telah menelan korban jiwa pada 2024 dan 2025. Karena itu, pencegahan lewat vaksinasi menjadi sangat penting,” ujar Jovand.
Yayasan Sintesia Animalia juga mencatat setidaknya ada 11 kasus peracunan hewan dalam beberapa waktu terakhir, sebagian besar menimpa anjing dan beberapa lainnya kucing. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh pihak yang menolak keberadaan anjing di lingkungannya karena kekhawatiran rabies.
Melalui kolaborasi ini, Polda Bali dan Yayasan Sintesia Animalia berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies serta cara penanganannya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka gigitan hewan, mencegah korban jiwa, serta tetap menjaga kesejahteraan hewan. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana