Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mensos RI Tinjau Korban Banjir di RSUP Prof Ngoerah, Salurkan Bantuan Rp 2 Miliar Lebih

Rika Riyanti • Jumat, 12 September 2025 | 22:02 WIB

KUNJUNGI: Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau langsung kondisi korban banjir Bali yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, Jumat (12/9)
KUNJUNGI: Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau langsung kondisi korban banjir Bali yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, Jumat (12/9)

 

 

BALIEXPRESS.ID – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf meninjau langsung kondisi korban banjir Bali yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, Jumat (12/9).

Mensos hadir didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra dan anggota DPR RI Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana.

Salah satu korban yang dikunjungi bernama Pak Muis, yang kondisinya disebut semakin membaik.

“Pak Muis, kita lihat tadi kondisinya membaik. Mendapatkan perawatan yang cukup baik pula ya. Dan ditangani dengan profesional. Insyaallah mudah-mudahan kondisinya terus membaik. Tentu bencana banjir ini mendapatkan perhatian langsung dari Presiden,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Baca Juga: Usai Banjir, Aktivitas Pariwisata Bali Dipastikan Tetap Aman

Ia menegaskan penanganan bencana ini langsung dipantau Presiden RI dengan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Presiden mengikuti dengan baik penanganan yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang langsung dipimpin oleh Bapak Letjen Suharyanto ya. Sementara kami membantu dari sisi shelter dan logistik,” jelasnya.

Menurutnya, dalam penanganan bencana ada tiga tahapan utama, mulai dari evakuasi, masa darurat, hingga rehabilitasi.

“Sebagaimana kita ketahui kalau ada bencana itu tentu yang utama adalah masa-masa evakuasi. Dan itu dilakukan oleh mereka yang terlatih ya, mereka-mereka yang memang sudah mengikuti satu proses pelatihan yang profesional,” ujarnya.

Baca Juga: Akademisi Sebut Banjir Bali Akibat Alih Fungsi Lahan dan Minimnya Antisipasi

Kementerian Sosial, kata dia, fokus membantu di masa darurat, terutama dalam penyediaan dapur umum, shelter pengungsian, layanan psikososial, hingga santunan.

“Ya, di sini ada dapur umum, kemudian ada tempat pengungsian dan sekaligus memberikan layanan psikososial dan santunan untuk yang meninggal maupun yang luka-luka,” jelasnya.

Untuk santunan, ia menyebut Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp2 miliar khusus di Bali.

“Kalau yang dari Kementerian Sosial yang wafat Rp15.000.000. Kalau yang sakit atau yang luka itu Rp5.000.000. Nah, sekarang kita ada untuk penanggulangan bencana banjir untuk Kementerian Sosial sudah menyalurkan lebih dari 2 miliar. Khusus di Bali. Iya, logistik dan santunan,” katanya.

Mensos menambahkan, bantuan akan terus dilanjutkan sesuai dengan tahapan penanganan bencana.

“Ya nanti berikutnya itu (harta benda) ya. Jadi lagi masa evakuasi, masa kedaruratan, nanti ada masa rehabilitasi. Masa rehabilitasi ini nanti termasuk menghitung kerugian-kerugian harta dan benda. Apakah rumah dan yang lain-lainnya. Nanti pemerintah sudah program-program untuk itu masa-masa rehabilitasi yang nanti semuanya akan dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana,” terangnya.

Baca Juga: Isu Hubungan Prabowo–Jokowi Retak Usai Reshuffle, Pengamat: Masih Harmonis, Gibran Jadi Pengikat

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi juga akan memberikan bantuan perbaikan rumah warga yang rusak akibat banjir, dengan jumlah bantuan ditentukan setelah asesmen.

“Tergantung tingkat kerusakannya. Nanti di asesmen dulu. Kan setiap kali ada kejadian bencana yang rumah-rumah warga rusak, selalu kami bantu dari provinsi. Begitu juga yang meninggal atau luka berat dari pemerintah provinsi Bali selalu kita bantu. Lalu perbaikan rumahnya nanti setelah melewati masa darurat,” kata Dewa Indra.

Ia menambahkan, saat ini fokus utama masih pada pencarian korban.

“Hari ini kan kita masih fokus mencari, menemukan yang korban-korban yang belum ketemu. Itu fokus kita kalau tanggap darurat ya,” tegasnya.

Baca Juga: Lagi, Budi Arie Kembali Dikritik Warganet Usai Ucapan Terima Kasih ke Diri Sendiri

Menurut laporan terbaru, masih ada satu orang yang dilaporkan hilang di Pasar Kumbasari, Denpasar.

“Masih ada laporan tadi malam di Pasar Kumbasari ada belum ketemu lagi satu. Laporannya baru tadi malam ya. Itu kita cari. Kemudian lagi yang 18 sudah ditemukan dalam keadaan meninggal, ada 12 di kota Denpasar sisanya 6 di luar kota Denpasar,” tutupnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #Menteri Sosial RI #RSUP Prof Ngoerah #banjir