BALIEXPRESS.ID - Kawasan Jalan Dewi Sri, Kelurahan Legian, Kuta kembali dilanda banjir pada Rabu (10/9).
Kawasan yang dikenal sebagai pusat aktivitas pariwisata ini kerap tergenang aliran Tukad Mati saat musim hujan.
Meski demikian Pemkab Badung kini berupaya kondisi serupantidak terulang.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menhaku, sebelumnya telah turun langsung meninjau lokasi banjir.
Ia menyebutkan, penyebab utama banjir adalah penyempitan saluran air, khususnya di aliran sungai yang melintasi area sentral parkir Kuta.
Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan serius dalam mengalirkan debit air saat hujan deras.
“Kemarin kami sudah langsung ke Dewi Sri. Persoalannya kan ada satu aliran sungai cekung di daerah sentral parkir Kuta, ada mengecil. Dan di tahun 2026 ini hasil laporan kadis PUPR sudah akan diambil penataan dan malahan pemilik tanah sudah siap untuk melebarkan,” ujar Adi Arnawa pada Jumat (12/9).
Meski penataan besar dijadwalkan pada 2026, pihaknya menegaskan, penanganan tidak boleh menunggu terlalu lama.
Ia bahkan mengintruksikan Dinas PUPR agar mempercepat proses pelebaran saluran air dengan memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) jika diperlukan.
Baca Juga: RDP dengan Komisi II DPR RI, Menteri Nusron Paparkan Progres Pendaftaran Tanah Capai 98 Persen
“Malah saya perintahkan Kadis PUPR kalau bisa jangan menunggu 2026. Kalau itu urgent sekali pakai BTT saja untuk melebarkan ini,” tegas Bupati asal Pecatu tersebut.
Langkah percepatan ini diharapkan dapat menekan risiko banjir berulang di kawasan Dewi Sri.
Terutama saat ini tengah memasuki musim hujan yang dapat berlangaung hingga awal tahun 2026.
“Karena kita ini kan baru mengawali. Kita musim hujan biasanya sampai Desember dan awal tahun. Kami takut kejadian ini terulang lagi. Maka saya minta nanti kalau itu urgent banget, BTT kami pakai untuk pelebaran aliran sungai yang ada di centeral parkir,” jelasnya.
Adi Arnawa menambahkan, kawasan Dewi Sri merupakan salah satu pusat aktivitas pariwisata, sehingga penanganan banjir harus mendapat perhatian serius.
Untuk itu, Pemkab Badung akan memperkuat koordinasi bersama perangkat desa/lurah dan masyarakat melalui langkah normalisasi saluran, evaluasi sistem drainase, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Semua ini perlu kerja sama baik pemerintah, desa, dan masyarakat harus bahu membahu. Jika saluran bersih, aliran lancar, tentu masalah banjir bisa kita tekan,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga