BALIEXPRESS.ID- Bencana banjir yang terjadi di Tabanan pada Selasa-Rabu lalu, menyebabkan sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jembatan.
Berdasarkan catatan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Penataan Kawasan, dan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan, setidaknya ada belasan titik infrastruktur yang rusak yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tabanan.
Sekretaris Dinas PUPRPKP Tabanan, I Gde Made Partana, pada Jumat (12/9/2025), menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauannya, ada lebih 14 titik kerusakan jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan.
“Secara keseluruhan ada sebanyak 14 titik kerusakan infrastruktur umum akibat bencana banjir yang terjadi. Seluruhnya memerlukan penanganan yang sifatnya segera,” jelasnya.
Adapun jenis kerusakan yang terjadi adalah, bahu jalan yang longsor, badan jalan yang tergerus, dan jembatan yang amblas.
Kerusakan pada bahu jalan yang paling banyak terjadi. Contohnya di ruas jalan Gadungan-Dalang Anyar di Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur.
Panjang kerusakannya kurang lebih sepuluh meter dengan biaya penanganan yang diperlukan sekitar Rp50 juta.
Kerusakan yang sama juga terjadi pada ruas jalan Mangesta-Kedampal, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, perkiraan biayanya mencapai Rp80 juta.
Selanjutnya adalah longsor yang terjadi di jembatan Desa Banjaranyar, Kecamatan Kediri, dengan panjang kurang lebih 21 meter dan diperkirakan perlu biaya perbaikan sekitar Rp9 miliar.
Longsor di jembatan di ruas jalan Munduk Paku-Pagbugan Kauh, Desa Gadung Sari, Kecamatan Selemadeg Timur yang roboh akibat tergerus banjir ini memerlukan biaya penanganan sekitar Rp6,4 miliar.
Kerusakan juga ditemukan di jalan Mekayu-Pancoran, Desa Lalanglinggah, yang mengalami kerusakan akibat bahunya yang longsor sepanjang 16 meter dan estimasi biaya Rp150 juta.
Di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, bahu jalan longsor sepanjang 20 meter dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan Rp200 juta.
Sementara itu, di Desa/Kecamatan Marga, longsor dengan panjang yang sama juga menimbulkan kerugian senilai Rp200 juta.
Sedangkan untuk Desa Buwit, Kecamatan Kediri, banjir menyebabkan aspal jalan terkelupas sehingga perlu penanganan lanjutan. Selain titik-titik besar tersebut, kerusakan juga terjadi di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti Desa Perean Kauh, Kecamatan Baturiti.
Dengan kerusakan tersebut, total keperluan anggaran untuk perbaikan secara keseluruhan sesuai data yang ada sementara mencapai Rp16,25 miliar. Dan angkanya kemungkinan masih akan berkembang lagi,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan