BALIEXPRESS.ID- DPRD Bangli kembali mengingatkan peluang Pemkab Bangli untuk memperoleh imbal jasa dari kabupaten lain yang memanfaatkan sumber air di wilayahnya.
Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, menegaskan bahwa Pemkab perlu menindaklanjuti rencana penagihan ini.
Menurut Carles, langkah tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi untuk menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menambahkan, kajian mengenai kompensasi pemanfaatan air sejatinya sudah dilakukan sejak masa Bupati I Made Gianyar, termasuk pendataan titik dan debit mata air melalui para camat.
Hanya saja, hingga Made Gianyar tak menjabat dan kepemimpinan Bupati Sang Nyoman Sedana Arta selama dua periode, belum ada hasil yang nyata.
“Sekarang bagaimana potensi itu dioptimalkan,” jelas Carles, Jumat (12/9/2025).
Politikus Partai Demokrat ini menegaskan, Bangli yang berada di hulu memiliki potensi besar untuk menambah PAD melalui pemanfaatan air oleh kabupaten lain.
Dengan mekanisme ini, peningkatan PAD Bangli diprediksi akan signifikan.
Sebelumnya, Fraksi PDIP DPRD Bangli juga sempat menyinggung soal pemanfaatan air oleh kabupaten lain.
Fraksi terbesar di DPRD Bangli itu menyatakan akan terus mendorong pemerintah daerah melakukan komunikasi menyeluruh terkait upaya optimalisasi kompensasi bagi Bangli sebagai daerah resapan sumber air di Pulau Bali.
Seperti diketahui, wacana Pemkab Bangli mengejar imbal jasa pemanfaatan air sebenarnya bukan hal baru.
Ide ini sudah muncul sejak masa Bupati I Made Gianyar. Bahkan, Pemkab Bangli sempat melakukan kajian teknis, termasuk studi banding ke daerah lain. (*)
Editor : I Made Mertawan