Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ubah Agenda, Presiden Prabowo Pilih Masuk Gang Temui Korban Banjir Denpasar

Rika Riyanti • Minggu, 14 September 2025 | 01:12 WIB
TINJAU : Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi banjir di Jalan Gajah Mada IV, Banjar Gerenceng, Pemecutan, Denpasar, Sabtu (13/9/2025).
TINJAU : Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi banjir di Jalan Gajah Mada IV, Banjar Gerenceng, Pemecutan, Denpasar, Sabtu (13/9/2025).

BALIEXPRESS.ID – Usai kunjungan kenegaraan ke Qatar, Presiden Prabowo Subianto langsung terbang ke Bali dan meninjau lokasi banjir di Jalan Gajah Mada IV, Banjar Gerenceng, Pemecutan, Denpasar, Sabtu (13/9/2025).

Kehadiran Presiden sempat mengejutkan, karena agenda awalnya dijadwalkan mengunjungi Pasar Kumbasari, namun kemudian memilih masuk gang kecil untuk menyapa warga terdampak.

Prabowo tiba sekitar pukul 13.04 WITA. Alih-alih menuju pasar, ia langsung masuk ke pemukiman warga yang rumahnya terendam banjir. Setelah berkunjung dari rumah ke rumah, Presiden sempat berhenti sejenak di Pasar Kumbasari untuk menyapa warga yang menunggu kedatangannya.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengaku tidak mengetahui persis siapa saja yang ditemui Presiden. Namun ia memastikan bahwa mereka merupakan warga yang rumahnya terdampak banjir akibat luapan sungai.

“Yang jelas Bapak Presiden tadi mengunjungi salah satu korban rumah. Kami datanya memang belum masuk karena kami rencana beliau ke sini (Pasar Badung),” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan Pemkot Denpasar. Ia menambahkan, data detail terkait rumah rusak dan warga terdampak berada di tingkat desa maupun kelurahan.

“Yang mendata lingkungan korban lingkungan kelurahan atau desa itu kepala desa dan lurah yang mendata,”jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Jaya Negara menegaskan bahwa Pemkot Denpasar sudah menyiapkan bantuan perbaikan bagi rumah warga yang rusak berat. “Kalau ada sertifikatnya ini maksimal Rp 100 juta,” terangnya.

Selain itu, Pemkot juga menyalurkan dana suka duka bagi keluarga korban meninggal dunia akibat banjir di Pasar Badung. Total ada 11 korban jiwa, dengan tujuh ahli waris telah menerima bantuan, sementara dua orang masih hilang dan dua lainnya ber-KTP luar Denpasar.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Bangli Ungkit Kompensasi Pemanfaatan Air untuk Tingkatkan PAD

“Sembilan sudah menerima bantuan dari Denpasar dan Kementerian Sosial. Cuma satu belum menerima bantuan di Monang Maning yang dikunjungi Pak Wapres. Akan kami tindaklanjuti segera,” jelas Jaya Negara.

Ia memastikan setiap ahli waris korban meninggal menerima bantuan minimal Rp 30 juta yang bersumber dari Pemkot Denpasar dan pemerintah pusat. “Kami menyerahkan langsung bukan simbolis tapi senilai Rp 15 juta. Masuk ke rekening. Korban yang meninggal minimal 30 juta, dari Pemkot dan pusat,” ucapnya.(*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#korban #denpasar #Prabowo #banjir #presiden